Media Kampung – 23 Maret 2026 | Pasar ponsel murah berbasis China menunjukkan tanda-tanda penurunan setelah lebih dari satu dekade dominasi, dipicu lonjakan harga memori dan ketegangan geopolitik yang mengganggu rantai pasok semikonduktor.
Di tengah perubahan itu, chipset MediaTek Dimensity 7400 muncul sebagai alternatif yang menawarkan kinerja menengah dengan konsumsi daya efisien, menjadikannya pilihan utama bagi produsen yang ingin menurunkan harga jual.
Dimensity 7400 mengusung arsitektur 6nm, CPU octa‑core dengan tiga inti Cortex‑A78, tiga inti Cortex‑A55, serta GPU Mali‑G77 MC9, yang cukup untuk gaming ringan hingga multitasking harian.
Chipset ini juga mendukung AI on‑device, 5G SA/NSA, serta kamera hingga 108 MP, sehingga ponsel berbasisnya tetap kompetitif meski dibanderol di segmen entry‑level.
Kenaikan harga DRAM hingga 90‑95% dan NAND flash hingga 55‑60% dalam satu kuartal mempersempit margin produsen, memaksa mereka menyesuaikan spesifikasi atau menambah biaya pada model terendah.
Analisis pasar menunjukkan bahwa ponsel dengan Dimensity 7400 dapat diproduksi dengan biaya komponen yang lebih stabil dibanding chipset kelas atas, sehingga harga akhir tetap terjangkau.
Model pertama yang menonjol adalah Xiaomi Redmi X5, dilengkapi Dimensity 7400, RAM 6 GB, penyimpanan 128 GB, dan kamera utama 50 MP; harganya diperkirakan sekitar Rp2.699.000.
Realme 12 Pro menampilkan RAM 8 GB, baterai 5000 mAh, serta dukungan pengisian cepat 33W; unit ini dijual kira‑kira Rp2.849.000, menjadikannya pilihan kuat bagi pengguna yang mengutamakan daya tahan.
OPPO A17 hadir dengan layar 6,5 inci FHD+, RAM 6 GB, dan kamera triple 48 MP; harganya berada di kisaran Rp2.599.000, menargetkan segmen konsumen yang menginginkan desain modern.
Vivo Y78 menawar RAM 8 GB, penyimpanan 256 GB, serta AI‑enhanced photography, dengan harga perkiraan Rp2.749.000, cocok bagi pembeli yang mengutamakan ruang penyimpanan.
Samsung Galaxy A55 5G, meski menggunakan chipset Exynos, dipilih sebagai pembanding karena menawarkan RAM 8 GB, layar 6,4 inci, dan harga sekitar Rp2.999.000, menegaskan persaingan harga di segmen yang sama.
“Dimensity 7400 memungkinkan produsen menyeimbangkan kinerja dan biaya, terutama ketika komponen memori menjadi faktor penentu harga,” ujar Anita Wijaya, analis riset TrendForce.
Ia menambahkan bahwa keberadaan chipset ini dapat menunda dampak penuh krisis memori pada konsumen, asalkan produsen menjaga rantai pasok secara strategis.
Konsumen disarankan memeriksa varian RAM serta dukungan jaringan 5G sebelum memutuskan pembelian, mengingat variasi spesifikasi dapat memengaruhi pengalaman jangka panjang.
Jika tren harga memori terus berfluktuasi, model dengan kapasitas RAM lebih tinggi dan penyimpanan internal yang luas akan lebih tahan terhadap penurunan performa di masa depan.
Secara keseluruhan, lima ponsel berbasis Dimensity 7400 ini menawarkan kombinasi harga, kinerja, dan fitur yang masih relevan di tengah gejolak pasar komponen, menjadikannya pilihan aman bagi pembeli yang menghindari overspending.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.








Tinggalkan Balasan