Media Kampung – 28 Maret 2026 | Jakarta, 28 Maret 2026 – Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik tajam pada Sabtu, 28 Maret, menambah Rp27.000 menjadi Rp2.837.000 per gram, melampaui penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp2.810.000 per gram.

Kenaikan ini menjadikan Antam menjadi salah satu produk logam mulia termahal di pasar domestik, sementara harga emas perhiasan termurah tercatat Rp1.460.000 per gram, menandakan selisih signifikan bagi konsumen ritel.

Harga buyback Antam juga mengalami peningkatan, naik Rp47.000 menjadi Rp2.461.000 per gram, dan perusahaan menyatakan akan membeli emas dari masyarakat pada level Rp2.490.000 per gram.

Data harga tersebut diambil dari situs resmi Logam Mulia, yang menyediakan harga spot, beli kembali, dan daftar harga resmi Antam setiap hari.

Pada 29 Januari 2026, Antam mencatat rekor tertinggi harga spot sebesar Rp3.168.000 per gram, sementara harga buyback mencapai Rp2.989.000 per gram, menunjukkan volatilitas yang masih tinggi dalam setahun terakhir.

Kenaikan harga pada 28 Maret dipicu oleh pergerakan pasar internasional, di mana harga emas dunia naik lebih dari 3% pada perdagangan Jumat, 27 Maret, menembus USD 4.536,29 per ounce di pasar spot.

Kontrak berjangka emas untuk pengiriman April juga naik 3,6% menjadi USD 4.533,70 per ounce, mencerminkan sentimen bullish di kalangan investor global.

Analis pasar menyebut aksi beli kembali setelah penurunan awal pekan sebagai faktor utama, sementara ketegangan di Timur Tengah memberikan dukungan tambahan pada permintaan safe‑haven.

Daniel Pavilonis, senior market strategist RJO Futures, menilai bahwa penurunan harga baru-baru ini menciptakan peluang beli yang menarik karena emas berada di bawah rata‑rata pergerakan 200‑hari.

Commerzbank memperkirakan harga emas akhir tahun dapat mencapai USD 5.000 per ounce, naik dari target sebelumnya USD 4.900, dan mengaitkan prospek tersebut dengan kemungkinan de‑eskalasi konflik di Iran.

Bank sentral Amerika Serikat diproyeksikan akan menurunkan suku bunga akhir tahun, yang dapat memperkuat permintaan emas sebagai aset lindung nilai.

Di pasar domestik, harga emas perhiasan yang diperdagangkan di jaringan Raja Emas dan Laku Emas tetap berada di level Rp1,46 juta per gram, menjadikannya pilihan yang lebih terjangkau dibandingkan spot Antam.

Meskipun demikian, perbedaan harga antara spot Antam dan perhiasan masih signifikan, menandakan adanya ruang bagi investor untuk mempertimbangkan strategi diversifikasi antara logam mulia fisik dan produk perhiasan.

Secara keseluruhan, kenaikan harga Antam pada 28 Maret mencerminkan dinamika pasar global dan domestik, serta menegaskan peran emas sebagai instrumen perlindungan nilai di tengah ketidakpastian ekonomi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.