Media Kampung – 27 Maret 2026 | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan target pertumbuhan ekonomi nasional akan mendekati enam persen pada tahun 2026 dalam sambutan resmi pelantikan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan yang baru, Robert Leonard Marbun.
Ia menambahkan, bila capaian tidak tercapai, ia siap menerima kritik publik, mengingat komitmen kepada masyarakat untuk menorehkan pertumbuhan di atas lima setengah persen.
Pelantikan Marbun, yang menggantikan Heru Pambudi, berlangsung pada Jumat, 27 maret 2026, di kantor Kementerian Keuangan, dengan suasana yang menekankan urgensi aksi cepat.
Purbaya menekankan pentingnya memperkuat koordinasi internal kementerian serta sinergi lintas lembaga guna memperlancar kebijakan fiskal dan investasi yang mendukung percepatan pertumbuhan.
Ia menyoroti bahwa tantangan eksternal, termasuk sentimen pasar global yang fluktuatif, tidak boleh menghalangi upaya domestik untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.
Dalam pernyataannya, Purbaya mengingatkan bahwa ekonomi Indonesia telah berhasil menembus angka pertumbuhan di atas lima setengah persen meski dihadapkan pada tekanan eksternal, memperlihatkan ketahanan struktural.
“Waktu kita tidak banyak, jadi setiap kebijakan harus dieksekusi dengan tepat dan terkoordinasi,” ujarnya, menegaskan bahwa fondasi yang dibangun oleh pendahulu sudah menjadi baseline yang harus dipertahankan.
Ia juga menekankan peran pengawasan dan penguatan kelembagaan sebagai faktor kunci untuk memastikan alokasi anggaran yang efisien serta penegakan regulasi yang mendukung iklim investasi.
Para analis menilai target enam persen ambisius mengingat kondisi global yang masih dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik, harga energi, serta kebijakan moneter luar negeri.
Namun, Purbaya tetap optimis, mengutip data terbaru yang menunjukkan arus masuk investasi asing dan perbaikan neraca perdagangan sebagai bahan bakar pertumbuhan.
Ia menutup sambutan dengan harapan agar seluruh elemen pemerintah, swasta, dan masyarakat dapat bersama-sama menyukseskan agenda ekonomi nasional demi kesejahteraan bersama.
Jika target tercapai, Indonesia akan memperkuat posisinya sebagai salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara, sekaligus menurunkan risiko sosial ekonomi di tengah dinamika global.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan