Media Kampung – 27 Maret 2026 | Jakarta, 27 Maret 2026 – Harga emas 24 karat Antam pada Jumat turun menjadi Rp2.810.000 per gram, menandai penurunan Rp40.000 dibandingkan hari sebelumnya.
Penurunan tersebut merupakan penurunan terbesar dalam sesi perdagangan hari ini, menggeser harga dari level Rp2.850.000 yang tercatat pada pagi hari.
Data resmi dari situs Logam Mulia Antam mengonfirmasi bahwa gram emas terkecil (0,5 gram) dijual seharga Rp1.455.000, sementara ukuran 10 gram mencapai Rp27.595.000.
Pada ukuran terbesar, 1 kilogram emas Antam dipatok pada Rp2.750.600.000, mencerminkan fluktuasi yang serupa di seluruh spektrum produk.
Selama seminggu terakhir, harga emas Antam berfluktuasi antara Rp2.810.000 hingga Rp2.893.000 per gram, menunjukkan volatilitas moderat.
Dalam kurun waktu sebulan, rentang harga lebih luas, yakni antara Rp2.810.000 hingga Rp3.135.000 per gram, menandakan tekanan penurunan yang konsisten.
Harga buyback Antam, yaitu harga beli kembali oleh perusahaan, juga mengalami penurunan signifikan menjadi Rp2.414.000 per gram, turun Rp76.000 dari level sebelumnya.
Menurut Peraturan Menteri Keuangan Nomor 81 Tahun 2024, transaksi buyback di atas Rp10.000.000 dikenakan pajak penghasilan Pasal 22 sebesar 1,5% yang dipotong otomatis.
Penurunan harga emas ini terjadi bersamaan dengan pergerakan pasar internasional, di mana harga spot emas dunia pada hari yang sama berada di kisaran US$1.960 per troy ounce.
Penguatan dolar AS dan ekspektasi kebijakan suku bunga yang lebih ketat dari Federal Reserve menjadi faktor utama menurunkan daya tarik emas sebagai safe haven.
Di pasar domestik, permintaan ritel terhadap emas batangan dan perhiasan tetap kuat, namun penjualannya terhambat oleh penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar.
Analis pasar logam mulia, Budi Santoso, menilai bahwa penurunan harga hari ini bersifat sementara dan dipicu oleh sentimen global, bukan fundamental domestik.
Ia menambahkan bahwa dukungan kebijakan pemerintah dalam menjaga kestabilan nilai tukar dapat mengurangi tekanan penurunan lebih lanjut.
Investor institusional di pasar berjangka juga menunjukkan kecenderungan mengurangi posisi beli emas, mengingat prospek kenaikan suku bunga global.
Sementara itu, pedagang emas di pasar tradisional melaporkan penurunan volume transaksi, terutama pada gram emas kecil yang banyak dibeli oleh nasabah ritel.
Harga emas 0,5 gram kini berada di Rp1.455.000, menurunkan biaya akuisisi bagi pembeli pertama yang biasanya mengandalkan ukuran ini.
Dengan harga 1 gram di Rp2.810.000, estimasi nilai total satu kilogram emas Antam tetap di atas Rp2,75 miliar, menjadikannya aset berharga bagi investor jangka panjang.
Secara keseluruhan, penurunan harga emas hari ini mencerminkan interaksi antara faktor global dan domestik, dan diperkirakan akan stabil dalam beberapa hari mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan