Media Kampung – 12 Maret 2026 | Jakarta, 10 Maret 2026 – Grab Indonesia menuntaskan penyaluran Bonus Hari Raya (BHR) 2026 kepada lebih dari 400 ribu mitra pengemudi pada Senin, 9 Maret 2026. Program ini menjadi bagian penting dari kebijakan pemerintah yang diarahkan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, dan Menteri Investasi serta Kepala BKPM Rosan Roeslani.

Anggaran Dobel Menjadi Rp100‑110 Miliar

Dalam rangka memperluas manfaat bagi mitra yang aktif dan produktif, Grab menggandakan alokasi anggaran BHR tahun ini menjadi antara Rp100 miliar hingga Rp110 miliar. Kenaikan ini menandai komitmen perusahaan dalam program “Grab Untuk Indonesia” yang terbagi dalam tiga babak, dengan BHR sebagai babak kedua yang mengusung semangat “Memberi Makna”.

Struktur Nominal dan Kategori Penerima

Bonus dibagi ke dalam tujuh kategori untuk masing‑masing segmen roda dua (GrabBike) dan roda empat (GrabCar). Kategori tersebut dinamai Jawara, Kesatria, Pejuang, dan Anggota, yang ditentukan berdasarkan produktivitas, jumlah order selesai, tingkat penyelesaian, jam online, rating, serta kepatuhan pada standar layanan dan Kode Etik Grab.

  • Roda dua: Rp150.000 – Rp850.000
  • Roda empat: Rp200.000 – Rp1.600.000

Nilai terendah untuk GrabBike meningkat tiga kali lipat menjadi Rp150.000, sedangkan untuk GrabCar nilai terendah naik menjadi Rp200.000. Pada level tertinggi, mitra Jawara roda dua dapat menerima hingga Rp850.000, dan mitra Jawara roda empat dapat menerima hingga Rp1,6 juta.

Saluran Penyaluran Melalui OVO Cash

Distribusi BHR dilakukan secara penuh melalui OVO Cash, yang memanfaatkan nomor handphone yang sama dengan yang terdaftar di aplikasi GrabDriver. Pendekatan ini memastikan proses pencairan berjalan cepat, aman, dan dapat diakses oleh seluruh mitra yang telah memiliki akun OVO.

Reaksi Mitra di Lapangan

Berbagai testimoni menguatkan dampak positif program ini. Indra, mitra GrabBike di Tangerang Selatan, mengungkapkan kegembiraannya menerima BHR tier Jawara sebesar Rp850.000 dan berencana menggunakannya untuk persiapan Lebaran. Muhammad Iqbal Anas, mitra GrabCar di Makassar, menyatakan bonus Rp1,6 juta sangat membantu keluarganya menjelang Idulfitri. Sementara itu, Nur Siti Aisyah dari Tangerang menerima Rp350.000 dan menekankan pentingnya kecepatan pencairan bagi kebutuhan hari raya.

Implikasi Ekonomi dan Sosial

Pencairan BHR dalam skala besar memberikan suntikan likuiditas langsung ke ekonomi mikro, khususnya sektor transportasi daring yang menjadi tulang punggung mobilitas kota. Dengan lebih dari 400 ribu driver menerima bonus, daya beli mereka meningkat, yang pada gilirannya dapat mendorong konsumsi barang dan jasa lokal pada periode Ramadan dan Idulfitri.

Selain manfaat finansial, program ini menegaskan peran perusahaan teknologi dalam mendukung kebijakan sosial pemerintah. Grab menempatkan standar kinerja yang transparan, sehingga bantuan tidak hanya bersifat simbolik, melainkan terukur dan tepat sasaran. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menstabilkan pendapatan pekerja informal di tengah inflasi global.

Keberhasilan penyaluran BHR 2026 juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara sektor publik dan swasta. Kebijakan yang dikeluarkan pada 3 maret 2026 menemukan jalur implementasi yang cepat berkat infrastruktur digital OVO dan sistem penilaian berbasis data Grab. Model ini dapat menjadi contoh bagi program serupa di masa depan, baik dalam skala nasional maupun regional.

Dengan anggaran yang digandakan, struktur nominal yang lebih inklusif, serta mekanisme distribusi yang terintegrasi, Grab menunjukkan komitmen jangka panjangnya untuk mendukung mitra pengemudi. Program BHR tidak hanya menjadi bonus lebaran, melainkan bagian dari ekosistem dukungan berkelanjutan yang diharapkan dapat memperkuat hubungan antara perusahaan, mitra, dan pemerintah.

Ke depan, Grab berencana melanjutkan program “BERKAH” (Berangkat Umrah) dan inisiatif lainnya sebagai lanjutan dari tiga babak dukungan. Dengan fondasi yang kuat pada 2026, diharapkan manfaat bagi mitra pengemudi akan terus meningkat, menciptakan sinergi positif bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.