Media Kampung – 12 Maret 2026 | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas pasar saham domestik meski berada dalam konteks gejolak ekonomi global. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sidang terbuka yang dihadiri pelaku pasar, regulator, serta akademisi, menyoroti langkah-langkah preventif yang telah diambil OJK untuk mengurangi volatilitas dan melindungi investor.
Stabilitas Pasar Saham di Tengah Gejolak Global
Dalam sambutannya, Ketua Dewan Komisioner OJK menekankan bahwa pasar modal Indonesia tetap berada pada fondasi yang kuat. Kebijakan makroprudensial, peningkatan transparansi laporan keuangan, serta penegakan disiplin tata kelola perusahaan menjadi pilar utama. “Kami terus memantau arus likuiditas dan memastikan bahwa mekanisme pasar berfungsi secara adil,” ujar beliau.
Beberapa langkah konkret yang diungkapkan antara lain peningkatan pengawasan terhadap praktek short selling, penyesuaian batasan eksposur sektor tertentu, serta penguatan koordinasi dengan otoritas internasional untuk mengantisipasi risiko spillover dari pasar luar negeri.
Pengangkatan Kepemimpinan Baru OJK 2026‑2031
Tak hanya menegaskan stabilitas, OJK sekaligus mengumumkan susunan Dewan Komisioner periode 2026‑2031 yang telah dipilih oleh Komisi XI DPR RI setelah proses Fit‑and‑Proper Test yang ketat. Friderica Widyasari Dewi, yang sebelumnya menjabat sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Ketua Dewan Komisioner, resmi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK. Pengalaman luasnya di pasar modal—mulai dari Bursa Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), hingga BRI Danareksa Sekuritas—menjadikannya sosok yang dipandang mampu memimpin OJK di masa penuh tantangan.
Berikut lima nama yang terpilih sebagai anggota Dewan Komisioner OJK periode 2026‑2031:
- Friderica Widyasari Dewi – Ketua Dewan Komisioner
- Hermawan Bekti Sasongko – Anggota Dewan Komisioner
- Hasan Fawzi – Anggota Dewan Komisioner
- Dicky Kartikoyono – Anggota Dewan Komisioner
- Adi Budiarso – Anggota Dewan Komisioner
Setiap anggota membawa keahlian khusus: Hermawan Bekti Sasongko dikenal sebagai ekonom dengan fokus pada kebijakan moneter internasional; Hasan Fawzi memiliki latar belakang kuat di bidang perbankan syariah; Dicky Kartikoyono berpengalaman dalam regulasi pasar keuangan; sementara Adi Budiarso menekuni pengembangan infrastruktur pasar modal.
Profil Singkat Ketua OJK, Friderica Widyasari Dewi
Friderica, yang akrab dipanggil “Kiki”, lahir pada 28 November 1975. Ia menamatkan pendidikan sarjana ekonomi di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2001, kemudian meraih gelar MBA dari California State University (2004) dan doktor dalam Studi Kepemimpinan serta Inovasi Kebijakan di UGM (2019). Kariernya dimulai di Bursa Efek Indonesia pada 2005, di mana ia menjabat sebagai Direktur Pengembangan Pasar (2009‑2015). Selanjutnya, ia memegang posisi strategis di KSEI (Direktur Keuangan 2015‑2016, Direktur Utama 2016‑2019) dan BRI Danareksa Sekuritas (Direktur Utama 2020‑2022). Sebelum diangkat sebagai Ketua OJK, ia juga menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK.
Pengalaman lintas sektor—dari pasar modal, lembaga penyimpanan efek, hingga perbankan—memberikan Friderica perspektif holistik dalam mengatur industri keuangan. Ia juga memiliki sertifikat Wakil Manajer Investasi (WMI) dan Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE) yang dikeluarkan OJK pada 2019.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Dengan kepemimpinan baru, OJK menargetkan beberapa agenda prioritas: memperkuat perlindungan investor ritel, memperluas inklusi keuangan digital, serta meningkatkan sinergi antara regulator dan pelaku pasar untuk mengantisipasi risiko sistemik. Di samping itu, OJK bertekad untuk terus memperkuat kerangka regulasi yang adaptif terhadap inovasi fintech dan pasar modal berbasis teknologi blockchain.
Para analis pasar menilai bahwa langkah-langkah ini dapat menambah kepercayaan investor domestik dan asing, serta mendukung pertumbuhan ekuitas yang berkelanjutan. “Kepemimpinan Friderica yang menggabungkan keahlian teknis dan pengalaman praktis di pasar modal memberikan sinyal positif bagi stabilitas jangka panjang,” komentar seorang pakar ekonomi di sebuah universitas terkemuka.
Secara keseluruhan, OJK menunjukkan kesiapan untuk menghadapi ketidakpastian global dengan strategi yang terukur dan kepemimpinan yang berpengalaman, sekaligus berkomitmen menjaga pasar keuangan Indonesia tetap kompetitif dan stabil.


Tinggalkan Balasan