MediaKampung.com, Banyuwangi – Aktivitas transaksi emas di Pegadaian Cabang Banyuwangi meningkat signifikan menjelang Lebaran. Pembelian emas oleh masyarakat tercatat naik sekitar 50 hingga 70 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Manager Bisnis Pegadaian Cabang banyuwangi Bagus Eka Prasetya mengatakan kenaikan harga emas global mendorong peningkatan aktivitas transaksi di Pegadaian.

“Harga emas memang sangat berpengaruh terhadap aktivitas Pegadaian karena sebagian besar produk kami berbasis emas,” ujarnya.

Saat ini nilai taksiran emas gadai di Pegadaian Banyuwangi berada di kisaran Rp2.600.000. Selain layanan gadai, Pegadaian juga menawarkan berbagai produk investasi seperti cicilan emas dan tabungan emas.

Menurut Bagus, kenaikan harga emas membuat masyarakat mulai memandang emas sebagai instrumen investasi yang relatif aman untuk menjaga nilai aset.

“Banyak masyarakat membeli emas sebagai pelindung nilai harta. Kalau punya emas, nilainya cenderung stabil dan bisa meningkat,” jelasnya.

Produk tabungan emas juga semakin diminati. Melalui layanan ini, masyarakat dapat menabung dalam bentuk uang yang kemudian langsung dikonversi menjadi saldo emas sesuai harga pada hari transaksi.

“Jadi masyarakat menabung uang, lalu langsung dikonversi menjadi emas sesuai harga saat itu,” katanya.

Data Pegadaian menunjukkan tren transaksi saat ini lebih didominasi pembelian emas dibandingkan penjualan. Hal ini seiring meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap investasi berbasis emas.

Di sisi lain, aktivitas gadai juga mulai meningkat menjelang Lebaran. Sebagian masyarakat menggadaikan perhiasan emas untuk kebutuhan modal usaha.

“Biasanya menjelang Lebaran banyak yang menggadaikan untuk tambahan modal. Setelah itu menjelang hari raya mereka menebus kembali agar perhiasannya bisa dipakai,” tambah Bagus.

Pegadaian Banyuwangi mencatat outstanding loan (OSL) atau total pinjaman mencapai sekitar Rp30 miliar, meningkat sekitar 17 persen dibandingkan akhir tahun lalu.