Media Kampung, JAKARTA – Harga emas dunia kembali menunjukkan penguatan signifikan pada perdagangan Senin (2/3/2026) pagi, menyusul serangkaian peristiwa geopolitik yang memanaskan kawasan Timur Tengah. Serangan besar yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran, yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, telah mengguncang pasar global secara fundamental.

Eskalasi konflik ini, sebagaimana dikutip dari Reuters, secara drastis memperparah ketegangan geopolitik dan meningkatkan tingkat ketidakpastian ekonomi dunia. Akibatnya, permintaan terhadap aset safe haven seperti emas melonjak tajam, merefleksikan kekhawatiran investor akan stabilitas pasar dan prospek ekonomi ke depan.

Lonjakan Harga Emas di Tengah Ketidakpastian

Pada saat berita ini ditulis, harga emas spot melejit 1,36% ke posisi US$ 5.350,23 per ons troi, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari empat pekan. Bahkan, pada awal sesi perdagangan, harga logam mulia ini sempat melonjak hingga 2%, menunjukkan reaksi pasar yang sangat sensitif terhadap berita geopolitik.

Tak hanya emas spot, kontrak berjangka emas AS juga turut menguat secara signifikan, naik 2,19% mencapai US$ 5.362,69 per ons troi. Kenaikan harga ini menandai kelanjutan tren penguatan emas yang telah berlangsung selama beberapa waktu, namun dipercepat oleh insiden terbaru di Timur Tengah.

Pemicu Utama: Gejolak Geopolitik di Timur Tengah

Situasi memanas setelah Israel melancarkan gelombang serangan lanjutan ke ibu kota Iran, Teheran, pada hari Minggu. Tindakan ini memicu respons balasan dari Iran, yang melancarkan rentetan serangan rudal tambahan keesokan harinya, memperdalam spiral konflik.

Kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei sehari sebelumnya telah menjadi katalisator yang mengguncang kawasan Timur Tengah dan pasar global. Insiden ini berpotensi mengubah dinamika kekuatan regional dan menimbulkan dampak jangka panjang pada stabilitas geopolitik serta ekonomi internasional.

Analisis Ahli: Konflik Berpotensi Berkepanjangan

Analis pasar keuangan senior dari Capital.com, Kyle Rodda, memberikan pandangan serius terkait eskalasi kali ini. Menurutnya, konflik saat ini memiliki potensi eskalasi yang jauh lebih panjang dan intens dibandingkan gejolak sebelumnya di kawasan tersebut.

“Tidak seperti eskalasi sebelumnya, kali ini ada dorongan yang cukup kuat bagi kedua belah pihak untuk terus meningkatkan konflik. Risiko lingkungan pasar yang kacau, penuh ketidakpastian, dan volatil bisa berlangsung lebih dari beberapa hari,” ujar Rodda. Dalam kondisi pasar seperti ini, ia menilai prospek emas menjadi sangat positif karena perannya sebagai lindung nilai.

Emas sebagai Aset Lindung Nilai Tradisional

Sebagai aset lindung nilai tradisional, emas telah membuktikan diri mencetak rekor demi rekor sepanjang tahun ini di tengah meningkatnya ketidakpastian politik dan ekonomi global. Logam mulia ini secara konsisten menjadi pilihan utama investor yang mencari perlindungan dari inflasi, devaluasi mata uang, dan gejolak pasar.

Reli terbaru harga emas memperpanjang lonjakan sekitar 64% sepanjang tahun 2025, yang didorong oleh kombinasi beberapa faktor signifikan. Pembelian besar-besaran oleh bank sentral global, arus masuk dana yang kuat ke instrumen exchange-traded funds (ETF) yang berinvestasi pada emas, serta ekspektasi akan pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral AS, semuanya berkontribusi pada kenaikan harga ini.

Peran Bank Sentral dan Kebijakan Moneter AS

Bank sentral di seluruh dunia terus menambah cadangan emas mereka sebagai bagian dari diversifikasi aset dan perlindungan terhadap risiko ekonomi makro. Langkah ini menunjukkan kepercayaan institusional yang kuat terhadap emas sebagai penyimpan nilai jangka panjang, terutama di tengah kekhawatiran akan stabilitas mata uang fiat.

Selain itu, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter AS, yang biasanya berarti penurunan suku bunga, cenderung membuat emas lebih menarik. Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga meningkatkan daya tariknya bagi investor.

Dampak Global dan Prospek ke Depan

Dampak dari gejolak di Timur Tengah ini tidak hanya terasa pada pasar emas, tetapi juga merambat ke pasar komoditas lainnya serta sentimen investor secara keseluruhan. Ketidakpastian pasokan energi dan kekhawatiran akan resesi global dapat semakin mendorong permintaan terhadap aset aman.

Dalam kondisi seperti ini, para analis memperkirakan bahwa harga emas akan terus mendapatkan dukungan kuat. Selama tensi geopolitik tetap tinggi dan prospek ekonomi global masih dibayangi ketidakpastian, daya tarik emas sebagai aset safe haven akan terus menjadi magnet bagi para investor di seluruh dunia.