Banyuwangi – Nilai ekspor Kabupaten Banyuwangi terus meningkat. Sepanjang tahun 2025, nilai ekspor Banyuwangi mencapai 232 juta dolar AS atau setara Rp3,9 triliun, naik 18,33 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 196 juta dolar AS.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, mengatakan produk asal Banyuwangi saat ini telah menembus pasar global di berbagai kawasan dunia.
“Total ada 80 negara tujuan ekspor dari Banyuwangi. Pasarnya tersebar di Asia, Afrika, Eropa, Amerika, hingga Australia,” ujar Nanin, Jumat (16/1/2026).
Nanin menjelaskan, terdapat 27 produk unggulan Banyuwangi yang telah dipasarkan ke luar negeri. Produk tersebut meliputi ikan hias, batu apung, koral, ikan kaleng, olahan rempah, produk pertanian, kerajinan, hingga buah segar.
Komoditas dengan nilai ekspor terbesar masih didominasi sektor perikanan, khususnya ikan kaleng. Salah satu eksportir utama adalah Pacific Harvest yang beroperasi di Kecamatan Muncar.
“Pengiriman berbasis kontrak dengan negara tujuan. Sekali pengiriman bisa puluhan ton, bahkan dalam kondisi tertentu mencapai 40 kontainer per hari,” jelasnya.
Ke depan, Pemkab Banyuwangi terus mendorong peningkatan volume dan nilai ekspor melalui penguatan ekosistem industri, perluasan akses pasar, serta peningkatan daya saing produk lokal.
“Upaya ini juga membuka peluang investasi bagi perusahaan besar maupun menengah, seiring ketersediaan bahan baku, infrastruktur pendukung, dan iklim usaha yang semakin kondusif,” kata Nanin.

















Tinggalkan Balasan