Harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Indonesia resmi turun mulai 5 Januari 2026. Penyesuaian harga dilakukan oleh seluruh badan usaha penyedia BBM, baik milik negara maupun swasta.
Berdasarkan pantauan, penurunan harga BBM dilakukan oleh PT Pertamina (Persero), Shell Indonesia, BP-AKR, serta PT Vivo Energy Indonesia. Kebijakan ini mulai berlaku sejak awal Januari 2026 dan berlaku nasional dengan penyesuaian wilayah.
Untuk wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax (RON 92) turun menjadi Rp 12.350 per liter dari sebelumnya Rp 12.750 per liter pada Desember 2025. Sementara itu, Pertamax Turbo kini dibanderol Rp 13.400 per liter, turun dari Rp 13.750 per liter.
Harga Pertamax Green (RON 95) juga mengalami penurunan menjadi Rp 13.150 per liter dari sebelumnya Rp 13.500 per liter. Adapun Dexlite turun signifikan menjadi Rp 13.500 per liter dari sebelumnya Rp 14.700 per liter. Pertamina Dex kini dijual seharga Rp 13.600 per liter dari sebelumnya Rp 15.000 per liter.
Di sisi lain, harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite (RON 90) tetap dijual Rp 10.000 per liter, sementara Solar Subsidi bertahan di level Rp 6.800 per liter.
Pertamina menjelaskan, penyesuaian harga BBM ini dilakukan untuk mengimplementasikan Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang merupakan perubahan atas kebijakan sebelumnya terkait formula harga dasar BBM umum jenis bensin dan minyak solar.
Penurunan harga BBM juga dilakukan oleh SPBU swasta. BP-AKR menetapkan harga BP 92 (RON 92) sebesar Rp 12.500 per liter dan BP Ultimate (RON 95) Rp 13.190 per liter. Sementara BP Ultimate Diesel dibanderol Rp 13.860 per liter.
Shell Indonesia menjual Shell Super (RON 92) seharga Rp 12.700 per liter dan Shell V-Power (RON 95) Rp 13.190 per liter. Untuk Shell V-Power Diesel dipatok Rp 13.860 per liter, sedangkan Shell V-Power Nitro+ (RON 98) dijual Rp 13.480 per liter.
Adapun Vivo Energy Indonesia menetapkan harga Revvo 92 sebesar Rp 12.700 per liter dan Diesel Primus Rp 13.610 per liter.
Dengan penurunan harga BBM ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh efisiensi biaya energi pada awal tahun 2026, seiring stabilisasi harga minyak global dan kebijakan penyesuaian pemerintah. (balqis)


















Tinggalkan Balasan