Pemerintah Kota Surabaya akan menerapkan sistem parkir digital secara bertahap mulai Januari 2026. Pembayaran parkir nantinya wajib menggunakan kartu uang elektronik seperti e-toll atau e-money. Kebijakan ini diberlakukan pertama untuk tempat usaha yang memungut pajak parkir, kemudian menyusul di area tepi jalan umum (TJU).
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa semua pengusaha yang memungut pajak parkir harus beralih ke sistem digital. “Sistem parkir mereka harus beralih menggunakan digitalisasi,” ujarnya, dikutip dari laman Pemkot Surabaya.
Aturan ini berlaku untuk seluruh jenis usaha. Untuk usaha baru, penggunaan sistem parkir digital akan menjadi syarat perizinan. Sementara itu, usaha lama diwajibkan segera bermigrasi.
Dua Opsi: Palang Otomatis atau Pembayaran Nontunai
Eri menjelaskan bahwa parkir digital menawarkan dua pilihan bagi pengelola.
“Sistem parkir digital ini terbagi menjadi dua opsi, yaitu penggunaan palang otomatis atau pembayaran nontunai dengan kartu prabayar seperti e-toll dan e-money,” katanya.
Kebijakan ini dinilai penting untuk meningkatkan transparansi pendapatan parkir harian, sekaligus mengurangi sengketa antara pemilik usaha dan juru parkir akibat ketidakjelasan pemasukan.
Belajar dari Pengalaman QRIS
Pemkot Surabaya sebelumnya telah mencoba digitalisasi pembayaran parkir dengan QRIS. Namun respons masyarakat dinilai kurang optimal untuk transaksi kecil.
“Responnya, bayar Rp5.000 saja pakai QRIS, lebih memilih cash. Akhirnya kami memutuskan untuk menerapkan nontunai secara bertahap dengan sistem e-toll,” jelas Eri.
Untuk memperkuat infrastruktur pembayaran, Pemkot Surabaya menggandeng sejumlah bank, terutama Bank Mandiri, sebagai penyedia perangkat digital.
Pengguna yang Menolak Bayar Digital Akan Didenda
Tak hanya operator parkir, warga yang menolak membayar secara digital juga akan dikenakan sanksi.
“Jika sistem non-tunai sudah diterapkan, warga yang menolak akan dikenakan denda. Jangan salahkan operator kalau mereka sudah digital, tapi warganya menolak,” tegas Eri.
Ia menekankan bahwa dukungan masyarakat sangat menentukan keberhasilan digitalisasi sistem parkir di Surabaya. (putri).
















