Media Kampung – 25 Maret 2026 | Selebriti Erica Putri mengumumkan nama lengkap anak keduanya pada hari Selasa, 24 Maret 2026 melalui unggahan Instagram resmi. Nama yang dipilih, “Liyana Safira Putri“, menggabungkan unsur modern dan nilai Islami yang kuat.

“Liyana” diambil dari bahasa Arab yang berarti kelembutan dan kebaikan hati, sementara “Safira” berasal dari bahasa Persia yang melambangkan batu permata biru, menandakan keindahan dan keunikan. Penambahan kata “Putri” menegaskan identitas perempuan yang mulia dalam tradisi keluarga.

Erica menyatakan harapannya agar sang anak tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berakhlak, dan mampu membawa cahaya bagi lingkungan sekitar. Ia menambahkan doa agar Liyana menjadi sosok yang selalu bersyukur dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Ricky, suami Erica, melengkapi harapan tersebut dengan menulis, “Semoga Liyana menjadi anak sholehah yang membanggakan, membuka pintu surga bagi orang tuanya, dan menjadi teladan kebaikan.” Ungkapan tersebut mempertegas nilai spiritual yang ingin ditanamkan sejak dini.

Penamaan modern seperti Liyana Safira Putri mencerminkan tren orang tua Indonesia yang mengombinasikan bahasa asing atau unsur estetika dengan makna Islami. Fenomena ini juga terlihat pada nama-nama selebriti lain, seperti Clemira Megumi Perdana yang menggabungkan bahasa Arab dan Jepang, serta Jude Crawford Puth yang terinspirasi dari lagu The Beatles.

Menurut pakar onomastik, pemilihan nama yang mengandung arti positif dapat memengaruhi persepsi diri anak dan memberi dorongan motivasi. Ia menambahkan bahwa nama dengan makna religius juga memperkuat identitas keagamaan dalam konteks sosial yang semakin global.

Daftar nama bayi perempuan yang lahir di bulan Syawal, misalnya, menampilkan pilihan seperti “Fauzia” dan “Naila” yang masing-masing berarti kemenangan dan keberhasilan. Nama-nama tersebut dipilih untuk menyeimbangkan nilai keislaman dengan aspirasi modernitas.

Erica Putri mengutip daftar tersebut sebagai inspirasi, menyatakan bahwa Liyana Safira Putri diharapkan menjadi sosok yang berhasil meraih cita‑cita serta menebarkan keberkahan. Ia menegaskan pentingnya memberikan doa melalui nama sejak lahir.

Para pengamat budaya mencatat bahwa kombinasi bahasa Arab, Persia, dan istilah modern menciptakan identitas hibrida yang resonan dengan generasi milenial. Kombinasi ini sekaligus menegaskan keberagaman budaya Indonesia yang terbuka pada pengaruh global.

Penggunaan kata “Safira” yang berarti batu permata biru juga menyinggung nilai estetika dan keunikan, mirip dengan nama “Megumi” dalam bahasa Jepang yang berarti kasih sayang. Hal ini menunjukkan kecenderungan orang tua untuk memilih nama yang terdengar elegan sekaligus memiliki arti mendalam.

Erica menutup pengumuman dengan foto keluarga hangat, memperlihatkan dirinya memeluk Liyana sambil tersenyum. Momen tersebut menegaskan rasa syukur keluarga atas kelahiran anak kedua yang sehat.

Pengumuman nama ini menambah deretan contoh nama anak yang memadukan nilai Islami dan gaya hidup modern, sekaligus memperlihatkan bagaimana selebriti berperan dalam mempopulerkan tren penamaan. Dengan harapan dan doa yang disematkan, Liyana Safira Putri diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berbakti dan berprestasi.

Secara keseluruhan, pemilihan nama Liyana Safira Putri mencerminkan sinergi antara tradisi Islam, estetika modern, dan aspirasi kebahagiaan keluarga. Pengumuman ini menandai langkah penting bagi Erica Putri dalam memperkenalkan identitas baru bagi buah hati kedua yang diharapkan membawa berkah bagi keluarga dan masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.