Libu Mombine to Kaili merupakan komunitas perempuan yang bergerak di bidang sosial dan budaya dengan fokus utama menjaga kelestarian budaya Kaili di Sulawesi Tengah. Komunitas ini hadir sebagai wadah bagi perempuan untuk terlibat aktif dalam mempertahankan nilai-nilai budaya lokal yang mulai tergerus perkembangan zaman.
Ketua Libu Mombine to Kaili, Nurmiati, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa komunitas ini lahir dari keprihatinan terhadap semakin berkurangnya penggunaan bahasa Kaili dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut dinilai dapat mengancam keberlangsungan budaya jika tidak diimbangi dengan upaya pelestarian yang konsisten.
“Bahasa dan budaya Kaili memiliki nilai penting sebagai identitas masyarakat. Jika tidak dijaga secara sadar oleh generasinya sendiri, maka perlahan bisa punah,” ujar Nurmiati dalam program Ngobras (Ngobrol Bareng Komunitas) RRI, Minggu (25/1).
Menurutnya, perempuan Kaili memiliki peran strategis karena menjadi pendidik pertama dalam lingkungan keluarga. Dari rumah, nilai budaya, bahasa daerah, dan kearifan lokal dapat ditanamkan sejak dini kepada anak-anak sebagai generasi penerus.
Melalui Libu Mombine to Kaili, perempuan didorong untuk menjadikan budaya sebagai bagian dari jati diri sekaligus kekuatan sosial. Komunitas ini berkomitmen menjaga agar budaya Kaili tidak hanya dikenang, tetapi terus hidup, berkembang, dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. (balqs)


















Tinggalkan Balasan