Media kampung – Tradisi jamasan pusaka di Padepokan Watu Semar menjadi sorotan dalam kegiatan budaya di Kabupaten Banyuwangi. Prosesi tersebut dilakukan untuk membersihkan dan menjaga pusaka-pusaka yang berusia ratusan tahun agar tetap awet dan bebas dari kerusakan. Tidak hanya itu, jamasan juga dimaksudkan untuk membuang aura negatif yang menempel pada pusaka, sehingga tetap membawa keberkahan bagi pemiliknya.
Dalam kegiatan tersebut, Padepokan Watu Semar bekerja sama dengan Pelestari Budaya Jawa dari Kediri, Panji Blambangan, dan beberapa komunitas budaya lainnya. Hadirnya komunitas-komunitas tersebut menunjukkan betapa pentingnya menjaga dan melestarikan budaya di tengah perkembangan zaman yang terus berubah.

Proses jamasan dilakukan pada lebih dari seratus pusaka/keris dengan menggunakan 9 sumber mata air bertuah. Setiap pusaka dimandikan dengan air yang dicampur dengan berbagai jenis bunga. Air tersebut diambil dari 9 sumber mata air yang dipercaya memiliki energi positif dan keberkahan. Makanan khas seperti nasi tumpeng kuning, tumpeng putih, dan jenang suro juga disajikan dalam prosesi ini sebagai simbol rasa syukur kepada leluhur.
Ketua Paguyuban yang akrab disapa Mbah Cholik, yang juga menjadi tuan rumah, mengungkapkan pentingnya menjamas pusaka agar terhindar dari kerusakan dan mara bahaya. “Pusaka-pusaka tersebut merupakan warisan berharga yang harus dijaga dan dilestarikan agar masih dapat dinikmati oleh generasi mendatang, sehingga menjaga pusaka juga sama dengan menjaga kehormatan negeri ini,” jelas Mbah Cholik, dalam sambutannya, Sabtu (5/8/2023).
Selain prosesi jamasan pusaka, kegiatan ini juga dianggap membawa berkah bagi masyarakat sekitar. Pemilihan tempat dan waktu yang tepat, yaitu pada Sabtu Pon malam Minggu Wage, diyakini dapat membawa keberuntungan dan kebaikan bagi semua yang terlibat dalam tradisi tersebut.
Tradisi jamasan pusaka di Padepokan Watu Semar menjadi sarana untuk mengenang sejarah masa lalu dan mengajarkan nilai-nilai kehormatan kepada generasi sekarang. Dengan menjaga dan melestarikan budaya, kita dapat menjaga jati diri dan memperkaya kekayaan budaya Indonesia.

