Banyuwangi, mediakampung.com โ€“ Tari Gandrung Banyuwangi merupakan salah satu karya seni pertunjukan tradisional terpenting di Indonesia. Kesenian ini telah menjadi penanda identitas budaya masyarakat Osing di ujung timur Pulau Jawa. Dengan usia panjang yang menembus masa Blambangan hingga era modern, Gandrung tetap bertahan dan berkembang menjadi kesenian yang memiliki daya tarik nasional, bahkan internasional.

Sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda Indonesia, Tari Gandrung Banyuwangi terus dilestarikan melalui sanggar, festival, dan regenerasi berkelanjutan, termasuk lewat acara akbar Gandrung Sewu yang menampilkan ribuan penari di Pantai Boom Marina setiap tahunnya. Artikel ini menyajikan pembahasan lengkap dan terstruktur mengenai sejarah, makna, unsur artistik, perkembangan, hingga peranan Tari Gandrung dalam masyarakat Banyuwangi dan pariwisata daerah.


1. Profil Umum Tari Gandrung Banyuwangi

Tari Gandrung Banyuwangi adalah tarian tradisional khas Banyuwangi yang memadukan unsur tari, musik, syair Osing, dan busana dengan motif khas. Istilah โ€œgandrungโ€ memiliki arti rasa kagum, rindu, cinta, atau kekaguman mendalam. Dalam konteks budaya Banyuwangi, tarian ini menjadi ungkapan rasa syukur atas keberkahan alam dan hasil panen.

Hingga kini, Gandrung menjadi simbol kuat kebudayaan masyarakat Osing. Ikon Gandrung juga digunakan sebagai simbol pariwisata Banyuwangi dalam berbagai bentuk seperti patung, logo, hingga maskot festival daerah.


2. Sejarah Tari Gandrung Banyuwangi

2.1 Masa Blambangan

Sejarah Tari Gandrung Banyuwangi berawal pada masa Kerajaan Blambangan (abad 18โ€“19), ketika masyarakat agraris di pesisir timur Jawa melaksanakan berbagai ritual syukur atas hasil bumi. Seiring perkembangan tradisi, ritual syukur tersebut berkembang menjadi bentuk pertunjukan sederhana yang kemudian menjadi cikal bakal Tari Gandrung.

2.2 Era Gandrung Lanang

Pada masa awal perkembangan, tarian ini dibawakan oleh penari laki-laki yang disebut Gandrung Lanang. Penari laki-laki merupakan bagian penting dalam tradisi Osing sebelum kemudian digantikan oleh perempuan. Gandrung Lanang biasanya tampil pada ritual adat, upacara desa, dan kegiatan spiritual.

2.3 Awal Kemunculan Penari Perempuan

Memasuki awal abad ke-20, terjadi pergeseran signifikan: peran penari Gandrung mulai dibawakan oleh perempuan. Transisi ini terjadi seiring dengan perubahan sosial, budaya, dan kebutuhan pertunjukan yang lebih artistik. Hingga kini, penari perempuan menjadi identitas utama Gandrung Banyuwangi.

2.4 Penguatan Identitas Budaya

Pada dekade 1950โ€“1980, Tari Gandrung Banyuwangi mulai dipelajari secara formal dalam sanggar, kelompok seni desa, dan sekolah seni. Upaya dokumentasi dan standardisasi koreografi diperkuat oleh tokoh-tokoh tari Banyuwangi.

2.5 Penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTb)

Tari Gandrung ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kemendikbud pada tahun 2017, memperkuat statusnya sebagai salah satu aset kebudayaan nasional.


3. Asal Usul dan Makna Filosofis Tari Gandrung

3.1 Makna Filosofis

Tari Gandrung mengandung makna filosofis yang mencerminkan:

  • Syukur dan penghormatan kepada Tuhan atas kemakmuran dan hasil bumi.
  • Kebersamaan dan gotong royong, terlihat dari keselarasan gerak penari.
  • Harmoni alam dan manusia, tercermin pada gerakan elegan dan ritmis.
  • Identitas masyarakat Osing, lewat busana dan syair-syair khas.

3.2 Fungsi Sosial Budaya

Pada masa lampau, Gandrung berperan sebagai:

  • hiburan masyarakat pada acara panen
  • penyambutan tamu kehormatan
  • sarana interaksi sosial antarwarga
  • bagian dari ritual adat tertentu

Kini fungsi tersebut berkembang menjadi:

  • pertunjukan resmi daerah
  • atraksi wisata
  • media pendidikan budaya
  • sarana diplomasi budaya Banyuwangi

4. Timeline Perkembangan Tari Gandrung Banyuwangi

PeriodePerkembangan
Abad 18โ€“19Awal tradisi syukur agraris Blambangan
Abad 19Kemunculan Gandrung Lanang
Awal 1900-anTransisi kepada penari perempuan
1950โ€“1980Pembentukan sanggar dan standardisasi tari
1990โ€“2000Penguatan identitas budaya Osing
2012Peluncuran Gandrung Sewu
2017Penetapan WBTb Indonesia
2020โ€“2025Era digital, platformisasi seni, perluasan regenerasi

5. Unsur Artistik Tari Gandrung

5.1 Gerakan Dasar

Beberapa gerakan utama dalam Tari Gandrung meliputi:

a. Jejer

Gerakan pembuka yang berfungsi memperkenalkan penari dan memberikan salam penghormatan.

b. Paju

Gerakan dinamis yang menggambarkan interaksi sosial dan keterbukaan masyarakat.

c. Seblangโ€“subali

Gerakan simbolik yang menunjukkan keselarasan alam dan manusia.

d. Kipas

Gerakan menggunakan kipas sebagai simbol keanggunan.


5.2 Musik dan Instrumen Pengiring

Musik Gandrung dikenal sebagai perpaduan gamelan dan biola. Instrumen yang digunakan meliputi:

  • Kendang
  • Kempul / Gong
  • Saron
  • Kenong
  • Gambang
  • Suling
  • Biola (ciri khas utama)

Peran biola sangat signifikan karena menghadirkan nuansa melodi yang membedakan Gandrung dari kesenian Jawa Timur lainnya.


5.3 Busana dan Atribut Tari

Busana Utama

  • Odheng: Hiasan kepala khas Gandrung.
  • Kemben: Penutup dada penari.
  • Kain motif Gajah Oling: Motif batik khas Osing dengan makna keselamatan dan harapan baik.
  • Selendang: Simbol interaksi antara penari dan penonton.
  • Pending emas: Hiasan pinggang sebagai lambang keanggunan.

Atribut Penting

  • Kipas
  • Selendang
  • Hiasan rambut

6. Struktur Pertunjukan Tari Gandrung

Umumnya terdiri dari tiga bagian utama:

6.1 Jejer (Pembuka)

Penari tampil dengan gerakan penghormatan dan memperkenalkan diri. Syair-syair Osing dinyanyikan oleh pengrawit sebagai pengantar.

6.2 Paju

Bagian inti dengan gerakan dinamis. Pada masa lalu, paju melibatkan interaksi lebih dekat antara penari dan tamu undangan, namun kini lebih formal.

6.3 Seblang Subali

Gerakan penutup yang menandai akhir pertunjukan.


7. Tokoh-Tokoh Penting dalam Perkembangan Tari Gandrung

Beberapa tokoh memiliki kontribusi besar terhadap pelestarian Gandrung, di antaranya:

  • Marto Gondo โ€“ tokoh tradisional Gandrung lanang
  • Mbok Temon โ€“ salah satu penari Gandrung perempuan generasi awal
  • Mbah Sarmini (Ibu Minah) โ€“ pelestari Gandrung klasik
  • Para pengajar sanggar Kemiren & Glagah โ€“ membawa Gandrung ke era modern

Kontribusi mereka menjadi fondasi bagi perkembangan Gandrung hingga sekarang.


8. Regenerasi dan Pendidikan Tari Gandrung

Regenerasi dilakukan melalui:

  • sanggar tari di Banyuwangi
  • pendidikan ekstrakurikuler di sekolah
  • komunitas seni di desa-desa Osing
  • festival dan lomba tari tingkat pelajar

Era 2020โ€“2025 memperlihatkan peningkatan signifikan dokumentasi Gandrung melalui platform digital, menjangkau generasi muda.


9. Gandrung Sewu: Festival Massal Penari Gandrung

9.1 Profil Festival

Gandrung Sewu adalah pertunjukan massal berisi lebih dari 1.000 penari Gandrung yang digelar di Pantai Boom Marina setiap tahun sejak 2012.

Penari Gandrung Sewu di Banyuwangi
Para penari Gandrung menampilkan tarian kolosal Gandrung Sewu di Pantai Marina Boom, Banyuwangi.

9.2 Tujuan Festival

  • melestarikan Gandrung
  • mempromosikan pariwisata Banyuwangi
  • mendorong regenerasi penari muda
  • memperkuat identitas budaya daerah

9.3 Dampak Pariwisata

Event ini menjadi salah satu festival budaya terpopuler di Indonesia, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.


10. Peran Tari Gandrung dalam Pariwisata Banyuwangi

10.1 Branding Daerah

Ikon Gandrung digunakan sebagai simbol resmi pariwisata Banyuwangi.

10.2 Penggerak Ekonomi Kreatif

  • UMKM busana tari
  • produksi aksesoris
  • sanggar dan pelatihan tari
  • event organizer budaya

10.3 Atraksi Wisata

Gandrung tampil dalam:

  • penyambutan delegasi resmi
  • festival budaya
  • promosi pariwisata

11. Tantangan Pelestarian Tari Gandrung

Beberapa tantangan pelestarian Gandrung:

  • modernisasi gaya hidup anak muda
  • keterbatasan dokumentasi akademik
  • tantangan adaptasi dengan era digital
  • kompetisi dengan hiburan modern
  • kurangnya pengajar di daerah terpencil

Namun upaya kolaborasi antara pemerintah daerah, sanggar, dan komunitas seni tetap berjalan.


12. FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apa ciri khas utama Tari Gandrung?

Penggunaan biola sebagai instrumen utama dan motif Gajah Oling pada busana tari.

2. Mengapa disebut โ€œGandrungโ€?

Istilah โ€œgandrungโ€ berarti rasa cinta, kagum, atau kerinduan mendalam.

3. Siapa penari Gandrung pertama?

Pada masa awal, penarinya adalah laki-laki (Gandrung Lanang).

4. Kapan Gandrung ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda?

Tahun 2017.

5. Di mana festival Gandrung Sewu digelar?

Pantai Boom Marina, Banyuwangi.

6. Apakah Tari Gandrung masih relevan di era modern?

Ya. Gandrung terus berkembang dan menjadi bagian penting dari pariwisata dan edukasi budaya.