Menurut Suhaimi, sesepuh Desa Kemiren, Tumpeng Sewu adalah tradisi adat suku Osing, suku asli masyarakat Banyuwangi, yang dilaksanakan pada awal Idul Adha.

โ€œKami terus melestarikan adat dan tradisi budaya yang sudah berusia ratusan tahun. Semoga kegiatan ini menjauhkan warga Kemiren dari mara bahaya,โ€ tambahnya.

Terlihat juga beberapa wisatawan dari luar kota datang, terutama karena ritual Tumpeng Sewu termasuk dalam agenda pariwisata Banyuwangi atau Banyuwangi Festival (B-Fest).

Tradisi Tumpeng Sewu menciptakan kerukunan dalam kehidupan masyarakat karena melalui tradisi ini, warga dari berbagai latar belakang dapat saling bertemu dan menjalin silaturahmi. Mulai dari anak-anak hingga lansia, semua berbaur menjadi satu dalam pelaksanaan tradisi Tumpeng Sewu.