Media Kampung – 26 Maret 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan signifikan pada perdagangan Kamis, 26 Maret 2026, dengan penambahan 2,75 persen yang mengangkat nilai indeks ke level 7.302, menandai pemulihan kuat setelah libur panjang Nyepi dan Lebaran.

Kenaikan ini didorong oleh pergerakan positif di sebagian besar sektor acuan, khususnya energi yang mencatat lonjakan hampir 5 persen, serta industri dan konsumer yang masing-masing naik di atas 2 persen.

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai penguatan IHSG selaras dengan faktor teknikal yang telah diproyeksikan pada sesi pagi, sekaligus menyoroti dampak positif dari perkembangan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat yang menurunkan ketegangan energi.

Menurutnya, pembukaan awal pada Rabu, 25 Maret, sempat menunjukkan penurunan 22,21 poin ke 7.084,62, namun indeks segera berbalik arah dan pada pukul 11.05 WIB naik 0,75 persen menjadi 7.159.

Data Real Time Indonesia (RTI) mencatat bahwa pada sesi kedua hari yang sama, IHSG melaju 2,13 persen hingga mencapai 7.257,37 pada pukul 15.24 WIB, menandai level tertinggi hari itu di 7.264,43.

Volume perdagangan mencatat peningkatan tajam, dengan lebih dari 1,9 juta transaksi dan total volume mencapai 33,8 miliar lembar saham, menghasilkan nilai transaksi harian sekitar Rp 21,8 triliun.

Sektor energi menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan 4,87 persen, diikuti oleh sektor industri yang naik 5,15 persen dan konsumer non-siklikal yang meningkat 1,66 persen.

Sektor dasar atau basic mengalami penurunan tipis sebesar 0,25 persen, sementara sektor kesehatan, keuangan, properti, teknologi, infrastruktur, dan transportasi juga mencatat kenaikan meski lebih moderat.

Rupiah menguat terhadap dolar AS, beroperasi di kisaran 16.886 per dolar, memberikan dukungan tambahan bagi aliran dana asing yang terus masuk ke pasar reguler.

MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan kenaikan pada sesi berikutnya, namun memperingatkan adanya risiko koreksi jangka pendek bila sentimen global berubah.

Sebagai langkah taktis, Herditya menyarankan investor untuk memanfaatkan peluang trading di sektor energi dan industri, sambil tetap memantau perkembangan geopolitik Timur Tengah serta pergerakan nilai tukar.

Secara keseluruhan, pergerakan IHSG pada akhir pekan Maret menunjukkan tren bullish yang didukung oleh faktor fundamental dan teknikal, menegaskan posisi pasar saham Indonesia sebagai salah satu yang paling likuid di kawasan Asia.

Investor juga diingatkan untuk memperhatikan data makroekonomi domestik, termasuk pertumbuhan PDB dan inflasi, yang dapat mempengaruhi ekspektasi kebijakan moneter Bank Indonesia ke depan.

Jika kondisi ekonomi tetap stabil, proyeksi MNC Sekuritas menargetkan IHSG dapat menembus zona 7.400 dalam beberapa minggu mendatang, dengan rekomendasi memilih saham-saham bernilai undervalued dan berkapitalisasi menengah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.