Media Kampung – 24 Maret 2026 | Investor institusi asing mencatat net buy terbesar dalam seminggu terakhir menjelang libur Lebaran 2026.

Transaksi bersih mencapai miliaran dolar, menandai aliran modal positif ke pasar ekuitas Indonesia.

Data dari otoritas pasar modal mengungkap bahwa sektor keuangan menjadi kontributor utama net buy.

Bank-bank besar memperoleh alokasi tambahan sekitar Rp1,2 triliun, mencerminkan kepercayaan pada prospek kredit.

Selain keuangan, sektor telekomunikasi juga mendapat dukungan signifikan dari pembeli asing.

Operator seluler utama menambah posisi bersih sebesar Rp800 miliar, didorong oleh ekspektasi pertumbuhan data seluler.

Industri infrastruktur tidak ketinggalan, dengan perusahaan konstruksi dan transportasi memperoleh net buy sekitar Rp600 miliar.

Peningkatan aliran dana ini terjadi meski volatilitas pasar meningkat menjelang hari raya.

Para analis menilai bahwa net buy mencerminkan strategi hedging dan penempatan posisi jangka menengah.

Investor asing diperkirakan mengantisipasi pemulihan ekonomi pasca pandemi yang terus berlanjut.

Sementara itu, Saratoga Investama melaporkan laba bersih 2025 naik 121,11% menjadi Rp7,31 triliun.

Kenaikan tajam ini didorong oleh kinerja portofolio ekuitas dan peningkatan nilai investasi alternatif.

Manajemen perusahaan menyatakan bahwa diversifikasi aset menjadi faktor kunci dalam pertumbuhan laba.

Direktur Utama Saratoga, Budi Hartono, menegaskan komitmen perusahaan pada sektor teknologi dan energi terbarukan.

Ia menambahkan bahwa portofolio perusahaan telah berhasil mengatasi tekanan inflasi global.

Laporan keuangan menunjukkan peningkatan margin operasional sebesar 15 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.

Penguatan pendapatan ini selaras dengan tren positif pada net buy asing yang menambah likuiditas pasar.

Para pelaku pasar mencatat korelasi antara aliran modal asing dan perbaikan kinerja perusahaan lokal.

Data menunjukkan bahwa saham-saham yang menjadi incaran asing juga mengalami kenaikan harga.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik sekitar 2,3% dalam periode yang sama.

Pergerakan ini mengindikasikan sentimen bullish yang mendukung ekuitas domestik.

Para analis menilai bahwa libur Lebaran dapat menjadi jeda sementara, bukan penurunan tren.

Mereka memperkirakan aliran net buy akan kembali menguat setelah pasar tutup kembali.

Investor institusi domestik juga menyesuaikan portofolio, menambah eksposur pada sektor konsumer dan properti.

Kombinasi net buy asing dan kinerja kuat Saratoga menambah optimism pada prospek pasar modal Indonesia.

Bank Sentral menegaskan kebijakan moneter yang tetap mendukung pertumbuhan kredit.

Stabilitas nilai tukar rupiah menjadi faktor pendukung bagi investor asing.

Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan mencapai 5,2% pada kuartal pertama 2026.

Angka ini mencerminkan peningkatan konsumsi domestik menjelang hari raya.

Sebagai penutup, net buy asing minggu ini menandai titik tertinggi dalam setengah tahun terakhir.

Sementara Saratoga Investama melaporkan lonjakan laba bersih yang signifikan, menegaskan daya tahan sektor keuangan.

Kombinasi keduanya memperkuat persepsi pasar bahwa Indonesia tetap menjadi tujuan investasi menarik.

Pengamat memperkirakan bahwa aliran modal asing akan terus mengalir asalkan kebijakan ekonomi tetap kondusif.

Dengan libur Lebaran mendekat, pasar diprediksi akan mengalami penurunan volume perdagangan sementara.

Namun, fondasi fundamental yang kuat diharapkan menjaga stabilitas harga saham.

Investor disarankan untuk memantau data ekonomi pasca Lebaran sebagai acuan penyesuaian posisi.

Secara keseluruhan, kondisi pasar menunjukkan sinyal positif menjelang kuartal kedua 2026.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.