Media Kampung – 18 Maret 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami koreksi pada sesi perdagangan Selasa, 17 Maret 2026, menjelang libur panjang Lebaran. Analis menilai bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar setelah penurunan 1,61% pada Senin, 16 Maret, yang menurunkan indeks ke level 7.022. Prediksi teknikal menunjukkan IHSG dapat melanjutkan penurunan menuju kisaran 6.745‑6.887, dengan level support terdekat berada di 6.843‑6.745.

Analisis Teknis dan Level Kunci

Herditya Wicaksana dari PT MNC Sekuritas mengidentifikasi bahwa IHSG berada pada gelombang (v) dari gelombang [c] pada struktur Elliott Wave, yang mengimplikasikan potensi koreksi lanjutan. Ia menambahkan bahwa level resistance utama berada di 7.115‑7.176, sedangkan level resistance sekunder terletak di 7.117 dan 7.239. Sementara itu, riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyoroti batas support di 6.920 dan resistance di 7.240, menegaskan adanya ruang pergerakan terbatas namun tetap terbuka untuk rebound.

Rekomendasi Saham dari Berbagai Sekuritas

Berbagai rumah sekuritas telah mengeluarkan rekomendasi saham yang dianggap memiliki peluang menguat atau tetap stabil dalam kondisi pasar yang fluktuatif. PT Pilarmas Investindo menyoroti tiga saham unggulan: PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN). Sementara itu, MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham: PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA), dan PT Timah Tbk (TINS).

BRI Danareksa menambahkan pilihan lain untuk hari perdagangan Selasa. Daftar beli (buy) mencakup PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (TAPG), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), dan PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKA). Sementara rekomendasi jual (sell) difokuskan pada PT Trans Power Indonesia Tbk (TPIA), yang dianggap kurang cocok dalam skenario koreksi ini.

Strategi Investor Menghadapi Fluktuasi

Dengan adanya potensi koreksi, investor disarankan untuk memperhatikan manajemen risiko dan menyesuaikan alokasi portofolio. Pilihan saham dengan fundamental kuat, seperti BBCA dan MYOR, dapat menjadi penopang di tengah volatilitas. Di sisi lain, sektor energi dan bahan pokok, yang dipimpin oleh INDY serta MYOR, tetap relevan mengingat permintaan konsumen yang stabil selama periode liburan.

Selain itu, trader yang mengandalkan analisis teknikal dapat memanfaatkan level support di 6.843‑6.745 untuk menempatkan order beli, atau menunggu konfirmasi bounce sebelum menambah posisi. Jika indeks berhasil menembus level resistance 7.115, peluang untuk membuka posisi beli tambahan pada saham-saham yang direkomendasikan akan meningkat.

Kesimpulannya, pasar saham Indonesia diperkirakan akan beroperasi dalam rentang yang sempit menjelang libur Lebaran, dengan IHSG berpotensi menguat kembali jika support bertahan. Investor sebaiknya meninjau kembali rekomendasi saham dari MNC Sekuritas, Pilarmas Investindo, dan BRI Danareksa, serta menyesuaikan eksposur sesuai toleransi risiko masing‑masing.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.