MediaKampung.com – Kinerja keuangan PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk menunjukkan lonjakan signifikan sepanjang 2025. Perseroan membukukan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp194,59 miliar.

Angka tersebut melonjak 166,45 persen dibandingkan laba tahun sebelumnya yang sebesar Rp73,03 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan hingga 31 Desember 2025 yang dirilis perseroan pada Jumat (6/3/2026), pertumbuhan laba didorong oleh peningkatan pendapatan serta efisiensi biaya produksi.

Pendapatan usaha CNKO tercatat Rp1,86 triliun atau meningkat 7,51 persen dibandingkan Rp1,73 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, beban pokok pendapatan relatif stabil di angka Rp1,48 triliun atau turun tipis sekitar 0,20 persen dari Rp1,49 triliun pada 2024.

Kondisi tersebut membuat laba bruto meningkat tajam menjadi Rp380,30 miliar, atau naik 55,31 persen dibandingkan Rp244,87 miliar pada tahun sebelumnya.

Kinerja operasional juga menunjukkan penguatan dengan laba operasional mencapai Rp317,80 miliar, melonjak 76,15 persen dibandingkan Rp180,42 miliar pada 2024.

Adapun laba sebelum pajak tercatat Rp247,29 miliar, meningkat 155,62 persen dibandingkan Rp96,74 miliar pada periode sebelumnya.

Dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat Rp891,34 miliar hingga akhir 2025 atau turun sekitar 2,02 persen dibandingkan Rp909,75 miliar pada akhir 2024.

Liabilitas perusahaan juga menurun menjadi Rp1,95 triliun atau turun 9,72 persen dibandingkan Rp2,16 triliun pada tahun sebelumnya.

Laba per saham dasar dan dilusian meningkat signifikan menjadi Rp21,73 per saham, naik 166,63 persen dibandingkan Rp8,15 pada tahun sebelumnya.

Seiring rilis laporan keuangan tersebut, saham CNKO di Bursa Efek Indonesia turut menguat. Pada penutupan perdagangan Jumat (6/3), saham perusahaan tercatat naik 9,84 persen hingga menyentuh batas Auto-Rejection Atas (ARA) di level Rp67.