Saham DADA mengalami penguatan tajam pada perdagangan Rabu (7/1/2026). Pada sesi II, harga saham tercatat naik hingga 20 persen secara year to date, bahkan sempat menyentuh Auto Reject Atas (ARA) pada sesi pertama.
Kondisi tersebut menandai fase pemulihan saham DADA setelah sebelumnya bergerak di kisaran harga terendah. Pergerakan ini membuat profil emiten kembali menjadi sorotan pelaku pasar.
Profil Emiten
PT Diamond Citra Propertindo Tbk merupakan perusahaan pengembang properti yang resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2020. Perusahaan ini berfokus pada pengembangan hunian di kawasan perkotaan dengan konsep modern dan fungsional.
Berdasarkan keterbukaan informasi, perusahaan didirikan pada 29 Desember 2014. Namun, fondasi bisnisnya telah dibangun sejak 2005 melalui pengembangan berbagai proyek residensial.
Berbasis di Kota Depok, Jawa Barat, DADA dikenal sebagai pengembang properti skala menengah yang mengedepankan desain inovatif dan strategi kemitraan. Perusahaan ini merupakan anak usaha PT Karya Permata Inovasi Indonesia.
Hingga kini, DADA telah menyelesaikan lebih dari 20 proyek perumahan, dua kompleks ruko, serta sejumlah bangunan bertingkat dan non-bertingkat. Kantor pusat perusahaan berlokasi di Dave Apartment Tower, Depok.
Perjalanan Bisnis
Kiprah DADA di industri properti dimulai sejak 2005 sebelum resmi membentuk badan usaha pada 2014. Sejumlah proyek awal menjadi tonggak penguatan struktur bisnis perusahaan.
Pada 2015, DADA mengembangkan Diamond Amara Avenue Apartment. Selanjutnya, perusahaan meluncurkan Apple 1 Residence pada 2017 dan memperluas portofolio melalui proyek River 8 serta Prime Home pada 2018.
Memasuki 2019, DADA mengakuisisi mayoritas saham PT Arba Propertindo. Langkah ini diikuti dengan pengembangan proyek lanjutan seperti Puri at Kemang dan Apple 3 Condovilla.
Pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia pada 2020 menjadi bagian dari strategi pendanaan jangka panjang guna mendukung ekspansi usaha.
Usaha dan Aktivitas Bisnis
Kegiatan utama DADA bergerak di bidang pengembangan real estate. Fokus utama perusahaan mencakup apartemen, condovilla, rumah tapak, serta kawasan perumahan modern.
Strategi bisnis perusahaan meliputi akuisisi lahan untuk memperluas portofolio proyek, khususnya di wilayah Jabodetabek. DADA juga menjalin kerja sama dengan kontraktor dan pemasok guna menjaga kualitas pembangunan.
Pada 2025, perusahaan mulai menjajaki kemitraan strategis dengan investor untuk mendukung pengembangan proyek baru di wilayah Depok dan Jakarta.
Direksi dan Manajemen
Manajemen PT Diamond Citra Propertindo Tbk didukung oleh jajaran profesional di sektor properti. Dewan Komisaris dipimpin oleh Anisah sebagai Komisaris Utama.
Posisi Komisaris dijabat oleh Tjandra Tjokrodiponto, sementara Komisaris Independen diisi oleh Iwan Gunarwan Baroto. Jajaran Direksi dipimpin oleh Adam Balfagih sebagai Direktur Utama, didampingi Bayu Setiawan sebagai Direktur.
Fungsi Sekretaris Perusahaan dijalankan oleh Muhammad Reza atau Lucky Kurniati sejak 2025. Tim manajemen ini berperan dalam menjaga tata kelola perusahaan serta mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan.


Kinerja Keuangan 2025
Sepanjang 2025, kinerja keuangan DADA menunjukkan perbaikan di tengah tantangan industri properti. Berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2025, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp3,66 miliar.
Pendapatan tersebut meningkat sekitar 16,8 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Laba bersih juga mengalami perbaikan dengan capaian kumulatif hingga kuartal III sebesar sekitar Rp853 juta.
Peningkatan kinerja ini mencerminkan mulai pulihnya penjualan proyek serta efektivitas strategi pengendalian biaya yang diterapkan perusahaan.

















Tinggalkan Balasan