Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali mencuri perhatian setelah melonjak hampir dua kali lipat dalam sebulan terakhir. Penguatan ini ditopang tren teknikal yang masih positif serta rampungnya akuisisi lanjutan perusahaan tambang emas asal Australia, Jubilee Metals Limited, sebagai bagian dari strategi diversifikasi jangka panjang.
JAKARTA โ Pergerakan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali menjadi sorotan pelaku pasar. Pada perdagangan Selasa (6/1/2026) pagi, saham emiten tambang batu bara milik Grup Bakrie dan Salim tersebut tercatat menguat ke level Rp 480 per saham, naik sekitar 3,45 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Secara bulanan, performa saham BUMI terbilang impresif. Dalam rentang satu bulan terakhir, harga sahamnya tercatat telah melesat sekitar 94 persen, mencerminkan minat beli yang kuat dari investor.
Analisis Teknikal: Tren Naik Masih Terjaga
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai secara teknikal pergerakan saham BUMI masih berada dalam fase uptrend. Aktivitas perdagangan juga didominasi oleh volume pembelian.
โIndikator MACD masih berada di area positif. Namun, histogram belum membentuk higher high baru, sementara indikator Stochastic mulai berada di area jenuh beli atau overbought,โ ujar Herditya.
Ia menambahkan, investor perlu mencermati level teknikal penting. Support saham BUMI berada di kisaran Rp 448, sementara resistance terdekat ada di area Rp 476 per saham.
Berdasarkan kondisi tersebut, Herditya merekomendasikan strategi trading buy dengan target jangka pendek di rentang Rp 486 hingga Rp 498 per saham.
Akuisisi Jubilee Metals Perkuat Narasi Positif
Dari sisi fundamental, sentimen positif saham BUMI turut didorong oleh rampungnya proses akuisisi lanjutan terhadap Jubilee Metals Limited (JML), perusahaan pertambangan emas yang beroperasi di Northern Queensland, Australia.
BUMI mengambil bagian atas 3.312.632 saham baru yang diterbitkan JML pada 18 Desember 2025. Nilai transaksi tersebut mencapai AUD 31,47 juta atau setara sekitar Rp 346,93 miliar.
Dengan penyelesaian transaksi ini, kepemilikan BUMI atas JML meningkat menjadi 64,98 persen, menjadikan perusahaan asal Australia tersebut sebagai entitas anak secara efektif.
Strategi Diversifikasi Jangka Panjang
Manajemen BUMI menegaskan bahwa akuisisi Jubilee Metals sejalan dengan strategi diversifikasi usaha jangka panjang. Perseroan menargetkan komposisi EBITDA konsolidasi 50:50 antara batu bara termal dan aset non-batu bara termal pada 2031.
Langkah ini dipandang sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap komoditas batu bara, sekaligus memperluas portofolio bisnis ke sektor mineral bernilai tambah lebih tinggi.

















Tinggalkan Balasan