Saham PT Darma Henwa Tbk melonjak hampir 9 persen pada awal perdagangan 2026. Penguatan ini ditopang sentimen teknikal bullish serta dukungan aksi korporasi berupa fasilitas kredit jumbo dari perbankan nasional yang memperkuat likuiditas dan ekspansi usaha.


JAKARTA – Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencatat lonjakan signifikan pada perdagangan Jumat (2/1/2026). Hingga penutupan sesi pertama, saham emiten kontraktor tambang tersebut menguat 8,96 persen ke level Rp 730 per saham.

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan, saham DEWA diperdagangkan sebanyak 1,11 miliar lembar dengan frekuensi 74.792 kali transaksi. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 795,38 miliar, menjadikan DEWA salah satu saham paling aktif diperdagangkan pada awal tahun.

Berdasarkan data aplikasi Stockbit Sekuritas, saham DEWA juga mencatat net buy Rp 185,2 miliar, tertinggi kedua di pasar reguler pada sesi tersebut. Aktivitas beli yang dominan mencerminkan kuatnya minat investor terhadap saham ini.

Dari sisi teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menilai pergerakan saham DEWA masih berada dalam tren positif. Harga saham dinilai berhasil membentuk higher high setelah menembus level tertinggi sebelumnya di kisaran Rp 690.

“Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, potensi penguatan lanjutan masih terbuka dengan area resistensi berikutnya di kisaran Rp 764 hingga Rp 809,” tulis BRIDS dalam ulasan hariannya.

Sentimen penguatan saham DEWA juga ditopang faktor fundamental. Pada akhir Desember 2025, perseroan menandatangani perjanjian fasilitas kredit bernilai total Rp 5 triliun dengan PT Bank Central Asia Tbk dan PT Bank Mandiri Tbk.

Direktur Darma Henwa, Mukson Arif Rosyidi, menjelaskan fasilitas tersebut terdiri dari kredit investasi sebesar Rp 3,39 triliun dan kredit modal kerja Rp 1,61 triliun. Kredit investasi terbagi dalam dua tranche, yakni untuk refinancing fasilitas eksisting serta pembelian alat berat dan mesin pendukung operasional.

Sementara itu, kredit modal kerja akan digunakan untuk pembiayaan kembali fasilitas eksisting sekaligus mendukung kebutuhan operasional perseroan ke depan.

Menurut manajemen, tambahan fasilitas pinjaman memang meningkatkan kewajiban perusahaan, namun secara bersamaan memperkuat struktur likuiditas dan mendukung keberlanjutan usaha.

“Pendanaan ini diharapkan mendorong peningkatan produktivitas operasional serta memperkuat kinerja keuangan perseroan dalam jangka menengah hingga panjang,” ujar Mukson dalam keterbukaan informasi.

Kombinasi sentimen teknikal yang solid dan dukungan aksi korporasi berskala besar membuat saham DEWA menjadi salah satu perhatian utama pelaku pasar pada awal perdagangan 2026.