Media Kampung – 20 Maret 2026 | Forbes merilis daftar miliarder dunia 2026 yang menampilkan empat nama Indonesia, termasuk Michael Bambang Hartono yang menempati peringkat ke-149 secara global.

Bambang Hartono tercatat memiliki kekayaan sekitar 18,9 miliar dolar AS atau setara dengan Rp319,05 triliun, menjadikannya salah satu orang terkaya di dunia.

Fortune-nya berasal dari grup Djarum, produsen rokok kretek terbesar di Indonesia, serta kepemilikan mayoritas di Bank Central Asia (BCA) yang terus berkembang.

Selain perbankan, Djarum mengembangkan bisnis e‑commerce Blibli, properti premium di Jakarta, serta merek elektronik Polytron yang pada 2025 meluncurkan dua model kendaraan listrik pertama.

Saudara Bambang, Robert Budi Hartono, berada tepat di belakang dengan kekayaan 19,6 miliar dolar AS (Rp330,8 triliun), juga menguasai saham mayoritas BCA dan Djarum.

Prajogo Pangestu, konglomerat berbasis di sektor kayu, agribisnis, dan energi, menempati posisi teratas dengan nilai kekayaan 28,6 miliar dolar AS atau Rp482,68 triliun.

Low Tuck Kwong, pengusaha keturunan Tionghoa‑Indonesia, mencatat 20,2 miliar dolar AS (Rp340,9 triliun) berkat kepemilikan di industri petrokimia, logistik, dan properti.

Rudi Hartono, adik ketiga keluarga Hartono, berada di peringkat ke‑4 Indonesia dengan aset 17,4 miliar dolar AS (Rp295,6 triliun) setelah mengelola portofolio investasi keluarga.

Akusisi BCA oleh saudara Hartono setelah krisis moneter 1997‑1998 mengubah bank tersebut dari institusi lemah menjadi bank swasta terbesar di Tanah Air.

Blibli, yang dipimpin oleh Djarum, melaksanakan IPO pada 2022 dan berhasil menggalang dana 510 juta dolar AS, memperkuat posisi grup dalam ekonomi digital.

Polytron, merek elektronik yang dikelola keluarga Hartono, memasuki pasar kendaraan listrik pada 2025, menambah diversifikasi sumber pendapatan mereka.

Total kekayaan gabungan empat taipan Indonesia melebihi 100 miliar dolar AS, mencerminkan pengaruh signifikan mereka terhadap PDB nasional.

Menurut daftar Real Time Billionaires Forbes, Bambang berada di peringkat ke‑4 Indonesia, berada di bawah Prajogo Pangestu, Low Tuck Kwong, dan Rudi Hartono.

Kematian Bambang Hartono pada 19 Maret 2026 di Singapura pada usia 86 tahun menutup bab kepemimpinan langsung, namun warisan bisnisnya tetap dikelola oleh anak‑anaknya.

Grup Djarum dan BCA terus memberikan kontribusi melalui lapangan kerja, pembayaran pajak, dan program filantropi Djarum Foundation yang fokus pada pendidikan, olahraga, dan lingkungan.

Keempat taipan ini tetap menjadi pilar ekonomi Indonesia, menegaskan peran konglomerat dalam pertumbuhan dan stabilitas keuangan negara.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.