Media Kampung – 17 Maret 2026 | PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) pada Jumat, 17 April 2026 pukul 14.00 WIB. Rapat dilaksanakan secara fisik di Graha CIMB Niaga, Jakarta Selatan, dan sekaligus disiarkan secara elektronik melalui platform eASY.KSEI. Semua pemegang saham yang tercatat pada 16 Maret 2026 pukul 16.00 WIB berhak mengikuti rapat dan memberikan suara, baik secara langsung maupun daring.
Agenda Keuangan dan Usulan Dividen
Pada sesi pertama, manajemen menyajikan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025 yang telah diaudit. Laba bersih tahun itu tercatat Rp6,93 triliun, meningkat 0,53 % dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan hasil tersebut, dewan komisaris mengusulkan pembagian dividen tunai final sebesar 60 % dari laba bersih, yaitu sekitar Rp4,06 triliun. Usulan ini konsisten dengan kebijakan tahun lalu, ketika BNGA membagikan dividen senilai Rp3,91 triliun (60 % dari laba 2024). Persetujuan dividen akan memberikan aliran kas tambahan bagi pemegang saham dan memperkuat citra perusahaan sebagai penerbit dividen yang stabil.
Rencana Buyback Saham
RUPS juga membahas aksi korporasi berupa program pembelian kembali saham (buyback). Perseroan mengajukan otorisasi buyback dengan nilai maksimal Rp480 miliar, yang dapat dilaksanakan dalam jangka waktu 12 bulan setelah rapat. Dana buyback akan bersumber dari kas internal, sehingga tidak mengganggu likuiditas operasional. Saham yang dibeli kembali akan dialokasikan sebagai bagian dari skema remunerasi berbasis saham bagi manajemen, sejalan dengan kebijakan insentif bagi material risk takers.
Perubahan Pengurus, Dewan Komisaris, dan Remunerasi
RUPS menyetujui penunjukan kembali beberapa anggota dewan komisaris, termasuk Didi Syafruddin Yahya sebagai Presiden Komisaris serta Sri Widowati dan Farina J. Situmorang sebagai komisaris independen. Di lingkup Dewan Pengawas Syariah, M. Quraish Shihab kembali diangkat sebagai Ketua, Yulizar Djamaluddin Sanrego tetap sebagai anggota, dan Hamim Ilyas ditambahkan sebagai anggota baru. Pada jajaran direksi, Budiman Tanjung diusulkan sebagai direktur baru untuk memperkuat kepemimpinan operasional.
Selain itu, perseroan mengusulkan penunjukan kembali Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan (afiliasi PricewaterhouseCoopers) untuk audit laporan keuangan tahun 2026. RUPS juga menetapkan struktur gaji, tunjangan, bonus, dan skema insentif saham bagi dewan komisaris, direksi, serta Dewan Pengawas Syariah selama tahun buku 2026.
Implikasi bagi Pemegang Saham dan Outlook Bisnis
Pengumuman dividen 60 % dan buyback Rp480 miliar menunjukkan komitmen BNGA untuk mengoptimalkan nilai bagi pemegang saham sambil menjaga posisi likuiditas yang kuat. Dengan laba bersih yang tetap tumbuh, bank ini berada pada posisi yang nyaman untuk mendanai inisiatif strategis, termasuk rencana pemulihan (recovery plan) dan penyesuaian Anggaran Dasar yang menegaskan status sebagai perusahaan induk konglomerasi keuangan. Para pemegang saham diharapkan dapat menilai manfaat jangka pendek dari dividen tunai serta potensi apresiasi saham jangka panjang melalui program buyback.
Secara keseluruhan, RUPS 2026 menandai fase penting dalam tata kelola BNGA, menggabungkan kebijakan dividen yang konsisten, aksi korporasi yang terukur, serta restrukturisasi pengurus yang mendukung strategi pertumbuhan berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.








