Media Kampung – 17 Maret 2026 | Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, penyewaan iPhone di Kota Malang mengalami lonjakan tajam. Pedagang sewa di Jalan Terusan Kesatrian, Kecamatan Blimbing, melaporkan hampir seluruh stok 25 unit telah dipesan sejak sepuluh hari sebelum Lebaran. Dari total unit, 22 unit sudah terisi, menandakan tingginya minat masyarakat, terutama kalangan mahasiswa, untuk menggunakan smartphone premium dalam dokumentasi keluarga.

Lonjakan Permintaan Menjelang Lebaran

Permintaan meningkat drastis setelah H‑10 Lebaran (11 Maret 2026) dan puncaknya terjadi pada tanggal 18‑19 Maret. Penyewa biasanya mengembalikan perangkat pada H+6 Lebaran, yakni antara 26 dan 27 Maret. Faktor utama yang mendorong tren ini adalah kebutuhan foto dan video berkualitas tinggi untuk media sosial, selain keinginan tampil gaya di momen kumpul keluarga.

Model dan Tarif Sewa

Berbagai seri iPhone tersedia, mulai dari iPhone XR hingga iPhone 14 Pro. Model iPhone XR dan iPhone 11 menjadi yang paling diminati karena kombinasi kualitas kamera yang baik dan tarif sewa yang relatif terjangkau. Harga sewa per 24 jam adalah sebagai berikut:

  • iPhone XR – Rp90.000
  • iPhone 11 – Rp100.000
  • iPhone 11 Pro – Rp115.000
  • iPhone 11 Pro Max – Rp130.000
  • iPhone 14 Pro – Rp220.000

Setiap paket harian sudah termasuk charger, soft case, dan tas penyimpanan. Bagi penyewa yang membutuhkan penggunaan singkat, tersedia opsi 6‑12 jam dengan tarif lebih rendah.

Promo Lebaran dan Mekanisme Penyewaan

Untuk menarik lebih banyak pelanggan, toko menawarkan promo “bayar empat hari, pakai tujuh hari”. Banyak penyewa memanfaatkan kesempatan ini untuk memperpanjang masa penggunaan dengan biaya yang lebih hemat. Proses penyewaan sederhana: penyewa menyerahkan identitas resmi (SIM atau KTP) sebagai jaminan. Jika perangkat mengalami kerusakan ringan seperti goresan, toko biasanya toleran; namun kerusakan parah seperti layar pecah atau kamera rusak mengharuskan penyewa mengganti rugi.

Proyeksi Omzet dan Dampak Bisnis

Dengan rata‑rata tarif harian Rp130.000 dan tingkat pemesanan mendekati penuh, omzet harian toko dapat mencapai Rp3,25 juta. Jika tren ini berlanjut selama seminggu penuh menjelang Lebaran, total pendapatan diperkirakan mendekati Rp25 juta. Pendapatan tersebut tidak hanya meningkatkan profitabilitas pedagang, tetapi juga menciptakan peluang kerja tambahan, misalnya dalam layanan pembersihan dan perawatan perangkat.

Secara keseluruhan, fenomena sewa iPhone di Malang mencerminkan perubahan pola konsumsi digital selama periode libur panjang. Konsumen mengutamakan kualitas visual dan kemudahan berbagi konten, sementara pelaku usaha memanfaatkan celah pasar dengan strategi harga dan promosi yang tepat. Jika tren ini berlanjut, model bisnis penyewaan gadget berpotensi menjadi sektor mikro‑ekonomi yang signifikan di wilayah Jawa Timur.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.