Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal bertahan di atas level psikologis 9.000 pada penutupan perdagangan Kamis (8/1/2026). IHSG ditutup melemah 0,22 persen ke posisi 8.925,47, seiring aksi ambil untung investor dan koreksi di mayoritas saham unggulan.
Jakarta โ IHSG sempat menyentuh level tertinggi 9.002,92 pada sesi perdagangan sebelum akhirnya berbalik arah dan ditutup di zona merah. Sepanjang hari, tekanan jual mendominasi pasar dengan 370 saham melemah, 302 saham menguat, dan 138 saham stagnan.
Pelemahan juga terjadi pada indeks saham unggulan LQ45 yang turun 0,43 persen ke posisi 867,62. Mayoritas indeks acuan lainnya turut bergerak di zona negatif hingga akhir sesi.
Pengamat pasar modal Reydi Octa menilai koreksi IHSG kali ini masih tergolong wajar. Ia menyebut pelemahan dipicu aksi ambil untung setelah sejumlah saham mencatat kenaikan cepat dalam beberapa waktu terakhir.
โKoreksi hari ini cenderung koreksi sehat, bukan perubahan tren besar,โ kata Reydi, dikutip dari Antara.
Ia menambahkan, pasar sempat mencermati rilis realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 pada sesi kedua perdagangan, meski dampaknya dinilai terbatas. Perhatian investor saat ini lebih tertuju pada arah kebijakan suku bunga dan rilis data inflasi.
Dari sisi transaksi, frekuensi perdagangan tercatat mencapai 3.844.293 kali dengan volume 55,1 miliar saham. Nilai transaksi harian mencapai Rp 29,1 triliun, sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 16.788.
Secara sektoral, saham sektor basic mencatat koreksi terdalam dengan penurunan 3,22 persen. Pelemahan juga terjadi pada sektor teknologi, consumer siklikal, keuangan, industri, dan kesehatan. Di sisi lain, sektor energi, consumer nonsiklikal, properti, infrastruktur, dan transportasi masih mampu mencatatkan penguatan.
Perdagangan saham PT Amman Mineral Internasional Tbk menjadi sorotan dengan nilai transaksi besar di pasar negosiasi yang mencapai sekitar Rp 1 triliun. Saham AMMN turun 3,19 persen di pasar negosiasi dan melemah 0,94 persen di pasar reguler.
Di antara saham-saham berkapitalisasi besar, PT Bumi Resources Tbk menjadi saham teraktif berdasarkan nilai transaksi dengan Rp 1,6 triliun, disusul PT Aneka Tambang Tbk, PT Adaro Energy Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, dan PT Bank Central Asia Tbk.
Sementara itu, saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk tercatat sebagai saham teraktif berdasarkan frekuensi transaksi dengan lebih dari 155 ribu kali perdagangan.
Tekanan pasar domestik sejalan dengan pelemahan bursa saham kawasan Asia. Indeks Nikkei Jepang, Hang Seng Hong Kong, Shanghai Composite, dan Straits Times Singapura sama-sama ditutup melemah pada perdagangan Kamis.


















Tinggalkan Balasan