Logo INET

Kinerja INET sepanjang sembilan bulan pertama 2025 benar-benar mencuri perhatian pasar. Pendapatan melonjak hampir tiga kali lipat, sementara laba bersihnya melesat delapan kali lipat lebih. Pertumbuhan sebesar ini bukan hanya impresif, tetapi juga menempatkan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) sebagai salah satu emiten telekomunikasi dengan performa terbaik tahun ini.

Periode Januari–September 2025 menjadi titik balik pertumbuhan INET. Perusahaan mencatatkan pendapatan Rp68,60 miliar, naik 195% dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Kontributor terbesarnya berasal dari layanan internet yang terus tumbuh pesat hingga mencapai Rp67,15 miliar. Lini usaha baru di sektor jasa konstruksi ikut menyumbang pendapatan Rp1,44 miliar sebagai sumber diversifikasi awal.

Namun yang paling mencolok adalah lonjakan labanya. Dengan Kinerja INET dengan Laba bersih naik dari Rp2,10 miliar menjadi Rp19,37 miliar—pertumbuhan sebesar 819%. Laba usaha bahkan meningkat lebih dari 900% dan EBITDA melonjak 655%, menandakan pondasi keuangan yang makin solid.


Ringkasan Kinerja Keuangan INET 9 Bulan 2025

Indikator20252024Pertumbuhan
PendapatanRp68,60 miliarRp23,28 miliar+195%
Laba BersihRp19,37 miliarRp2,10 miliar+819%
Laba UsahaRp25,27 miliarRp2,49 miliar+900%+
EBITDARp35,35 miliarRp4,68 miliar+655%+
Total AsetRp454,59 miliarRp229,85 miliar+98%

Membaca Angka-Angka INET dengan Bahasa Sederhana

Tidak semua investor pemula familiar dengan istilah keuangan. Berikut penjelasannya:

1. Laba Usaha naik 900%

Menandakan efisiensi tinggi dan operasional yang jauh lebih sehat.

2. EBITDA naik 655%

Artinya, arus kas inti perusahaan menguat signifikan.

3. Aset tumbuh 98%

INET tengah melakukan ekspansi besar-besaran—mulai dari infrastruktur internet hingga pengembangan jaringan.


Apakah Kinerja INET Ini Bisa Berlanjut?

Manajemen INET menyampaikan optimisme bahwa momentum pertumbuhan ini masih akan berlanjut hingga akhir 2025. Peningkatan aset dan profitabilitas menjadi sinyal bahwa perseroan berada dalam fase ekspansi agresif.


Rights Issue Rp 3,2 Triliun: Ambisi Ekspansi Besar-Besaran

Untuk mendukung akselerasi pertumbuhan, INET tengah menyiapkan rights issue jumbo senilai Rp3,2 triliun.

Dana akan digunakan untuk:

  • Ekspansi jaringan FTTH berteknologi terbaru (termasuk Wi-Fi 7)
  • Target 2 juta pelanggan baru di Bali, Lombok, dan Jawa
  • Penguatan jaringan kabel laut & infrastruktur backbone

Komitmen pemegang saham pengendali menambah sentimen positif bagi kepercayaan investor.


Pelajaran untuk Investor Pemula

Kasus INET memberikan banyak pembelajaran praktis:

  1. Perhatikan pertumbuhan pendapatan & laba → Jantung analisis fundamental.
  2. Cari tahu apa pemicu pertumbuhannya → INET: internet + jasa konstruksi.
  3. Lihat strategi perusahaan ke depan → rights issue & ekspansi jaringan.
  4. Gunakan sumber resmi → laporan keuangan, OJK, IDX.
  5. Gunakan uang dingin → hindari risiko finansial pribadi.

Kesimpulan

Kinerja INET sepanjang 2025 adalah salah satu cerita pertumbuhan paling spektakuler di pasar modal tahun ini. Lonjakan pendapatan, efisiensi operasional, dan strategi ekspansi yang agresif menjadi kombinasi kuat yang patut diperhatikan investor.

Jika kamu mulai belajar membaca laporan keuangan, Kinerja INET bisa menjadi contoh ideal bagaimana fundamental perusahaan bergerak sejalan dengan strategi bisnisnya.