Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) melonjak tajam pada sesi I perdagangan Rabu (3/12/2025), menembus level Rp 770 atau naik 18,46%. Saham INET Hingga pukul 11.36 WIB, volume transaksi mencapai 963,76 juta saham, frekuensi 86.500 kali, dengan nilai perdagangan Rp 697 miliar.
Kenaikan agresif saham INET didorong aksi beli besar-besaran. Data Stockbit Sekuritas menunjukkan INET mencatat net buy Rp 186,6 miliar, tertinggi di antara seluruh saham yang diborong investor hari ini. Secara year to date (ytd), saham INET telah meroket sekitar 1.200%, menjadikannya salah satu saham dengan kenaikan paling eksplosif tahun ini.
Rights Issue Rp 3,2 Triliun Jadi Mesin Sentimen
Lonjakan harga saham tidak lepas dari rangkaian aksi korporasi jumbo yang tengah dilakukan perseroan. INET sedang menjalankan rights issue senilai Rp 3,2 triliun, yang disebut manajemen sebagai fondasi ekspansi agresif di sektor infrastruktur digital.
Direktur Utama INET, Muhammad Arif, menegaskan bahwa seluruh pemegang saham telah berkomitmen menyerap saham baru yang diterbitkan.
“Saat ini prosesnya masih menunggu kabar dari OJK. Semua persyaratan telah kami penuhi dan seluruh pertanyaan OJK sudah kami jawab,” kata Arif dalam public expose di Jakarta, Senin (1/12/2025).
Arif menyebut seluruh dana rights issue akan disalurkan untuk mempercepat ekspansi anak perusahaan dengan fokus pada proyek digital dan jaringan telekomunikasi nasional.
INET Siapkan Obligasi Rp 1 Triliun
Tak hanya rights issue, INET juga sedang memproses penerbitan obligasi Rp 1 triliun ke OJK.
“Rencananya obligasi terbit tahun depan, dan prosesnya sudah kami mulai,” ujar Arif.
Dana tersebut disiapkan untuk pembangunan jaringan kabel laut dan proyek fiber-to-the-home (FTTH) bagi dua juta rumah di Bali dan Lombok. Beberapa calon klien telah menyampaikan minat terhadap proyek kabel laut tersebut.
Manuver Akuisisi: INET Bidik PADA
INET juga tengah dalam proses mengakuisisi PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) dengan rencana membeli 1,687 miliar saham dari Koperasi Pegawai Indosat (Kopindosat).
PADA baru saja menandatangani kontrak kemitraan strategis dengan PT Telemedia Komunikasi Pratama, anak usaha PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), sebagai distributor resmi produk Internet Rakyat (IRA).
PADA dikenal sebagai perusahaan penyedia layanan teknikal, maintenance telekomunikasi, call center, keamanan, perkantoran, dan SDM.
Sentimen Jumbo Bikin Saham Melejit
Serangkaian aksi korporasi besar—mulai dari rights issue triliunan, rencana obligasi, hingga akuisisi strategis—menjadi kombinasi katalis positif yang membuat saham INET melonjak ekstrem sepanjang 2025.
Dengan kuatnya minat investor dan volume transaksi, saham INET diperkirakan masih menjadi sorotan pasar dalam beberapa waktu ke depan.
Grafik Saham INET: sesi I perdagangan Rabu (3/12/2025)


















2 Komentar
apakah bakal ke Rp1.000?
bisa jadi akan naik ke angka 1000 jika beberapa indikator terpenuhi
Komentar ditutup.