Sektor Keuangan Banyumas Raya Terus Menguat di Tengah Ketidakpastian Global

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto melaporkan bahwa sektor jasa keuangan di wilayah Banyumas Raya menunjukkan pertumbuhan positif hingga Agustus 2025. Kinerja sektor ini dinilai tetap solid meskipun perekonomian global masih diwarnai berbagai ketidakpastian, mulai dari fluktuasi nilai tukar hingga tekanan inflasi.

Menurut data terbaru OJK, stabilitas keuangan daerah masih terjaga dengan baik berkat kontribusi sektor perbankan yang mencatatkan peningkatan signifikan. Pertumbuhan kredit, penghimpunan dana masyarakat, serta likuiditas lembaga keuangan dinilai menjadi penopang utama ketahanan ekonomi regional.

Kinerja Perbankan Jadi Penopang Utama

Kepala OJK Purwokerto menjelaskan bahwa kinerja perbankan di Banyumas Raya, yang meliputi Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Cilacap, masih tumbuh stabil di tengah kondisi ekonomi global yang bergejolak.

Pertumbuhan kredit perbankan pada periode tersebut tercatat positif, dengan peningkatan signifikan di sektor produktif seperti pertanian, perdagangan, dan jasa. Sementara penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga menunjukkan tren kenaikan, mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan yang tetap tinggi.

โ€œDaya tahan sektor perbankan di Banyumas Raya masih sangat baik. Rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terkendali, dan likuiditas bank juga cukup untuk mendukung penyaluran kredit ke sektor riil,โ€ ujar Kepala OJK Purwokerto dalam keterangan resminya.

Kinerja yang stabil tersebut menjadi bukti bahwa perbankan lokal mampu beradaptasi dengan perubahan kondisi ekonomi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Pertumbuhan Kredit dan DPK Terus Meningkat

OJK Purwokerto juga mencatat bahwa pertumbuhan kredit di wilayah ini tidak hanya terjadi pada sektor konsumtif, tetapi juga sektor produktif. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran perilaku ekonomi masyarakat menuju kegiatan yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tetap menjadi prioritas penyaluran kredit, dengan dukungan berbagai program pemerintah dan lembaga keuangan untuk memperkuat fondasi ekonomi lokal.

โ€œTren positif ini mencerminkan meningkatnya kemampuan pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya. Kami mendorong bank dan lembaga keuangan agar terus memberikan akses pembiayaan yang sehat dan bertanggung jawab,โ€ tambah perwakilan OJK.

Sementara itu, DPK di perbankan wilayah Banyumas Raya juga tumbuh sejalan dengan peningkatan literasi keuangan masyarakat. Kesadaran masyarakat untuk menabung dan berinvestasi di lembaga keuangan formal menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Stabilitas Sektor Nonbank dan Fintech

Selain perbankan, OJK Purwokerto juga mencatat bahwa sektor nonbank seperti lembaga pembiayaan, asuransi, dan fintech lending menunjukkan performa yang relatif stabil. Meski menghadapi tekanan dari perlambatan global, lembaga-lembaga tersebut tetap mampu menjaga kinerja keuangan dan tingkat kepercayaan konsumennya.

Aktivitas pembiayaan di sektor otomotif dan properti mengalami peningkatan moderat, sementara penetrasi layanan fintech semakin luas, terutama di kalangan pelaku UMKM.

OJK terus memperkuat pengawasan terhadap sektor teknologi finansial untuk memastikan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. Langkah ini dilakukan agar masyarakat tetap terlindungi dari risiko penyalahgunaan data dan praktik pinjaman online ilegal.

โ€œEkspansi fintech harus diiringi dengan edukasi dan perlindungan konsumen yang memadai. Kami mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem digital yang aman,โ€ ujar pejabat OJK Purwokerto.

Tantangan dan Prospek Ekonomi Ke Depan

Meski pertumbuhan ekonomi di Banyumas Raya menunjukkan tren positif, OJK tetap mewaspadai sejumlah risiko eksternal yang berpotensi mempengaruhi kinerja sektor keuangan. Di antaranya adalah ketidakpastian geopolitik global, pergerakan suku bunga internasional, serta tekanan inflasi domestik yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, OJK terus memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan lembaga keuangan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan regional. Upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan juga terus digenjot melalui berbagai program edukasi masyarakat.

โ€œKami berkomitmen menjaga sektor keuangan di wilayah ini agar tetap kuat, inklusif, dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,โ€ tegas perwakilan OJK Purwokerto.

Peningkatan Literasi Keuangan Jadi Fokus Utama

Selain pengawasan terhadap kinerja lembaga keuangan, OJK Purwokerto juga aktif meningkatkan literasi keuangan masyarakat di wilayah Banyumas Raya. Melalui program edukasi yang melibatkan sekolah, kampus, dan komunitas lokal, OJK berupaya menumbuhkan kesadaran pentingnya pengelolaan keuangan pribadi yang bijak.

Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) menunjukkan peningkatan signifikan dalam tingkat literasi keuangan masyarakat Jawa Tengah, termasuk wilayah kerja OJK Purwokerto. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat daya tahan masyarakat terhadap potensi risiko keuangan di masa depan.

Stabilitas Sebagai Fondasi Pertumbuhan

Capaian positif sektor jasa keuangan di Banyumas Raya hingga Agustus 2025 menjadi bukti bahwa ekonomi daerah ini terus bergerak ke arah yang lebih stabil dan produktif. Kinerja perbankan yang solid, pertumbuhan kredit yang sehat, serta meningkatnya literasi keuangan masyarakat menjadi fondasi kuat bagi ketahanan ekonomi regional.

OJK Purwokerto menegaskan akan terus menjaga stabilitas sistem keuangan dengan memperkuat pengawasan, mendorong inovasi, dan meningkatkan kolaborasi lintas sektor. Dengan langkah tersebut, diharapkan Banyumas Raya dapat mempertahankan momentum positif sekaligus memperluas akses keuangan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. (putri).