Cuaca buruk menyebabkan aktivitas penyeberangan di lintasan Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk sempat dihentikan dua kali pada Kamis (8/1/2026). Penutupan sementara tersebut membuat sejumlah kendaraan tertahan di area pelabuhan.

Banyuwangi – Gangguan operasional terjadi akibat hujan lebat yang mengakibatkan jarak pandang terbatas di perairan Selat Bali. Penutupan pertama dilakukan pada pukul 14.28 WIB.

Koordinator Balai Pengelola Transportasi Darat satuan kerja Pelabuhan Ketapang, Bayu Kusumo Nugroho, mengatakan penyeberangan kembali dibuka sekitar pukul 15.00 WIB setelah kondisi cuaca sempat membaik.

“Penutupan dilakukan karena jarak pandang terbatas akibat hujan deras,” ujar Bayu.

Namun, operasional tidak berlangsung lama. Sekitar satu jam setelah dibuka, cuaca kembali memburuk. Pada pukul 16.05 WIB, penyeberangan kembali dihentikan sementara.

Saat itu, hujan turun sangat lebat disertai angin dari arah barat daya dengan kecepatan maksimum 14 knot. Arus laut terpantau bergerak ke arah utara dengan kecepatan 0,57 hingga 2,02 meter per detik, sementara tinggi gelombang berada di kisaran 0,1 hingga 0,5 meter.

“Pelayanan ditunda sementara karena hujan lebat, badai, dan jarak pandang terbatas sekitar 500 meter,” jelas Bayu.

Setelah kondisi cuaca berangsur membaik, penyeberangan Ketapang–Gilimanuk kembali dioperasikan pada pukul 17.00 WIB. Seiring dibukanya kembali layanan, kepadatan kendaraan yang sempat mengular di area pelabuhan mulai terurai secara bertahap.

Bayu mengimbau pengguna jasa penyeberangan untuk tetap bersabar dan mengikuti antrean demi kelancaran dan keselamatan bersama.

“Mohon bersabar demi kenyamanan dan keamanan bersama,” katanya.