Media KampungAlfamidi Cabang Bekasi mengajak warga mengolah minyak jelantah menjadi sabun ramah lingkungan melalui pelatihan di Bank Sampah Sejahtera, Jakarta Timur, Jumat (5/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program CSR Kampung Merdeka Alfamidi dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Pelatihan yang diikuti 30 peserta ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara bertanggung jawab. Selain mengurangi pencemaran, produk olahan minyak jelantah memiliki nilai ekonomi dan manfaat sehari-hari.

Branch Manager Alfamidi Cabang Bekasi, Gunardi, menilai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia tepat untuk mengajak masyarakat lebih peduli lingkungan. Menurutnya, langkah sederhana dari rumah dapat berdampak positif berkelanjutan. “Melalui pelatihan ini, kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa limbah rumah tangga seperti minyak jelantah masih memiliki nilai manfaat apabila dikelola dengan baik,” ujar Gunardi.

Ia menambahkan, keterampilan mengolah minyak jelantah bisa menjadi peluang usaha. Pengelolaan limbah tidak hanya membuat lingkungan lebih bersih, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan warga. Gunardi menekankan pentingnya kolaborasi dengan komunitas dan lembaga lokal untuk menciptakan program yang bermanfaat.

Pegiat lingkungan sekaligus fasilitator pelatihan, Tri Sugiarti, mengapresiasi langkah Alfamidi memberikan edukasi kepada pengelola bank sampah. Menurutnya, masih banyak kader bank sampah yang membutuhkan pengetahuan tentang pengolahan limbah bernilai tambah. “Masih banyak pengelola bank sampah yang belum mendapatkan pengetahuan mengenai cara mengolah sampah agar memiliki nilai tambah. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan wawasan baru sekaligus keterampilan yang bisa diterapkan secara langsung,” kata Tri.

Tri berharap pelatihan serupa dapat berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas kader bank sampah. Keterampilan mengolah limbah menjadi produk bermanfaat dapat mendukung lingkungan yang lebih bersih sekaligus membuka peluang ekonomi baru. “Dengan pelatihan ini, saya berharap para kader bank sampah menjadi lebih kreatif dan memiliki harapan menambah penghasilan dari hasil pengolahan sampah,” tambahnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri lurah dan perangkat kelurahan setempat. Para peserta antusias mengikuti pelatihan yang mengusung konsep ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah. Melalui program ini, Alfamidi berharap dapat terus berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan serta mendorong masyarakat menerapkan pola hidup ramah lingkungan melalui pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.