Media Kampung – Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) meningkatkan layanan penyeberangan di lintasan Ketapang-Gilimanuk untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan dan penumpang. Upaya ini dilakukan guna memastikan kelancaran arus lalu lintas di tengah kondisi cuaca yang masih dinamis di perairan Selat Bali.

Penguatan layanan mencakup penambahan armada kapal, pengoptimalan area kantong parkir logistik, serta penyesuaian pola operasi penyeberangan. Langkah tersebut diambil agar kendaraan dapat bergerak lancar selama masa libur panjang Iduladha yang biasanya diwarnai peningkatan mobilitas masyarakat.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Windy Andale, menyampaikan bahwa keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama. Ia menegaskan bahwa meskipun peningkatan waktu tunggu menjadi perhatian pengguna jasa, proses pelayanan harus tetap mengutamakan kehati-hatian mengingat situasi cuaca yang tidak menentu.

Windy menjelaskan bahwa cuaca di Selat Bali dalam beberapa hari terakhir mempengaruhi proses sandar dan bongkar muat kapal sehingga menimbulkan antrean kendaraan, terutama truk logistik. Namun, operasional penyeberangan tetap berjalan normal dengan pengaturan lalu lintas secara bertahap agar antrean tidak mengalami stagnasi panjang.

Untuk mempercepat arus penyeberangan, ASDP menambah armada bantuan berupa KMP Rodhita dengan kapasitas 1.236 GT yang mampu mengangkut 58 kendaraan kecil atau sekitar 30 kendaraan campuran. Armada ini dioperasikan khusus di lintasan Ketapang-Gilimanuk selama periode liburan Iduladha.

Selain itu, ASDP mengoptimalkan penggunaan kantong parkir Bulusan yang dapat menampung sekitar 400 unit truk logistik. Strategi ini bertujuan mengurangi kepadatan kendaraan di sekitar pelabuhan dan memperlancar arus kendaraan yang masuk ke kapal.

General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko Kurniansjah, menambahkan bahwa pengaturan kendaraan menjadi fokus utama agar antrean tetap bergerak. Ia memastikan semua pola pengaturan kendaraan dijalankan dengan koordinasi yang baik untuk menghindari kemacetan panjang dan stagnasi di area penyeberangan.

Data operasional dari Kamis, 21 Mei hingga Minggu, 24 Mei 2026 pukul 18.00 WIB menunjukkan bahwa lintasan Ketapang-Gilimanuk melayani sebanyak 14.936 kendaraan dan 51.465 penumpang. Sementara dari arah Gilimanuk ke Ketapang tercatat penyeberangan 20.392 kendaraan dan 67.546 penumpang.

Upaya penguatan layanan ini diharapkan dapat membantu kelancaran perjalanan masyarakat selama libur panjang Iduladha, sekaligus menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang di tengah dinamika kondisi cuaca yang ada di Selat Bali.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.