Media Kampung – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa pendapatan pengemudi online di Indonesia berpotensi meningkat menjadi 92 persen dari setiap transaksi. Hal ini disampaikan dalam pertemuan dengan CEO GoTo, Hans Patuwo, di kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, pada 22 Mei 2026.
Teddy menjelaskan bahwa Gojek, sebagai salah satu platform terbesar, saat ini memiliki antara 800 ribu hingga 1 juta pengemudi aktif yang tersebar di seluruh nusantara. Ia juga mencatat bahwa sejak awal operasional, total pengemudi yang terdaftar mencapai sekitar 3 juta orang, yang terdiri dari pengemudi aktif, paruh waktu, dan yang tidak lagi aktif.
Dalam pernyataannya, Seskab Teddy menekankan komitmen Gojek untuk mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan pengemudi daring. “Pendapatan pengemudi akan meningkat dari 80 persen menjadi 92 persen dari setiap transaksi,” ujarnya.
Pemerintah dan pelaku usaha, lanjut Teddy, bekerja sama untuk merumuskan kebijakan yang menciptakan keseimbangan antara perlindungan pengemudi dan keberlangsungan dunia usaha. Ia menambahkan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kesejahteraan para pengemudi online.
Dia juga menyatakan bahwa peningkatan kesejahteraan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan di era digital. Selain itu, Presiden menekankan pentingnya aplikator untuk tetap memperoleh keuntungan secara wajar dari bisnis mereka.
“Peningkatan kesejahteraan pengemudi online harus berjalan seiring dengan keberlangsungan bisnis yang adil dan berkelanjutan,” tegas Teddy. Pemerintahan Presiden Prabowo fokus pada pengembangan ekosistem ekonomi digital yang inklusif, di mana inovasi teknologi tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi tetapi juga menciptakan keadilan dan kesejahteraan bagi semua pelaku di dalamnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan