Skandal Bansos Terbesar di Indonesia Terungkap! Pengurus Perusahaan Terlibat dalam Tindak Pidana Pencucian Uang

waktu baca 2 menit
Skandal Bansos Terbesar di Indonesia Terungkap

Media Kampung – Komisi Pemberantasan () tengah mengendus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait data 14 ribu pengurus perusahaan yang terdaftar sebagai penerima sosial () dari . Pengurus perusahaan ini, yang seharusnya menerima , namanya digunakan secara palsu dalam skema ini.

Wakil Ketua , Alexander Marwata, mengungkapkan temuan ini dalam acara Sosialisasi dan Pertemuan Lintas Kementerian terkait Aksi Nomor Induk Kependudukan (NIK) Stranas PK(05/09/2023). Menurutnya, pengurus perusahaan yang terdaftar dalam sebenarnya adalah orang-orang dengan pekerjaan seperti cleaning service atau , yang seolah-olah digunakan untuk menyamarkan hasil kejahatan. Ini merupakan modus pencucian uang yang akan diselidiki lebih lanjut oleh .

Pahala Nainggolan, Koordinator Pelaksana Stranas PK, menyebutkan bahwa dari 493 ribu warga penerima , 23 ribu di antaranya adalah Aparatur Sipil Negara (), dan 14 ribu lainnya adalah pengurus perusahaan yang disebutkan oleh Alex Marwata. yang juga hadir dalam pertemuan ini menjelaskan bahwa pihaknya sedang berupaya memperbaiki data penerima dan mewajibkan daerah untuk memberikan data terbaru setiap bulan.

Risma juga mengungkapkan bahwa sekitar 530 ribu orang yang memiliki penghasilan cukup atau menjadi masih terdaftar sebagai penerima bansos. Ia menekankan pentingnya update data secara berkala untuk menghindari penyalahgunaan program bansos.

Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai pejabat termasuk , Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi, Direktur Perencanaan Strategis dan TI Pramudya Iriawan Buntor, Dirjen AHU Cahyo R. Muzhar, serta beberapa kepala daerah secara virtual. akan terus mendalami dugaan pencucian uang ini untuk menjaga integritas program bansos dan memerangi di .

Dapatkan update Berita Pilihan Dan Breaking News setiap hari dari Mediakampung.com Di Google News. Caranya klik link ini Meka News Dan kemudian Klik Follow.
Media Kampung - Kami ada di Google News - Google Berita