Dua alat early warning system (EWS) atau sistem peringatan dini erupsi Gunung Semeru dilaporkan mengalami kerusakan setelah diterjang awan panas pada erupsi bulan lalu. Kedua perangkat sirine itu berada di Desa Sumberurip, Kecamatan Candipuro, serta Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. BPBD Lumajang memastikan bahwa kerusakan tersebut benar terjadi dan telah ditangani.
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, menyampaikan bahwa dua EWS tersebut sempat berfungsi dengan baik saat erupsi terjadi sehingga tidak ada korban jiwa. Hal serupa juga dijelaskan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lumajang, Sultan Syafaat, yang menegaskan bahwa sistem peringatan sempat memberikan alarm kepada warga sebelum akhirnya terdampak awan panas. Ia juga memastikan bahwa perangkat tersebut kini hanya memerlukan pemrograman ulang untuk dapat kembali optimal.
Selain dua EWS yang rusak, delapan unit CCTV dan satu remote processing unit (RPU) pos pantau Semeru juga terdampak. Seluruh perangkat tersebut disebut telah mendapatkan penanganan, meski beberapa di antaranya memerlukan pembaruan sistem dan penambahan titik pengawasan baru. BPBD menyebut bahwa pemulihan perangkat dilakukan bersama banyak pihak termasuk sejumlah lembaga nonpemerintah seperti IOF, UT, dan APJII.
Sultan menambahkan bahwa meski salah satu EWS yang terdampak berada di sekitar SDN 02 Supiturang—wilayah yang masuk zona rawan bencana—aktivitas masyarakat untuk kepentingan ekonomi tetap berlangsung di daerah itu sehingga kebutuhan peringatan dini tetap harus diprioritaskan.
BPBD Lumajang juga telah mengusulkan pemasangan EWS tambahan di sejumlah lokasi yang dinilai strategis. Lokasi yang dipertimbangkan mencakup titik-titik yang dapat menjangkau masyarakat, wisatawan, hingga pelaku aktivitas sehari-hari di sekitar lereng Semeru. Proses survei lokasi saat ini tengah dilakukan untuk memastikan penempatan perangkat yang paling efektif.
Upaya ini menjadi bagian dari penguatan sistem mitigasi menghadapi potensi erupsi susulan, mengingat wilayah Semeru masih berada dalam fase aktivitas vulkanik yang perlu diwaspadai. (putri).








